img Di Balik Topeng Bodyguard  /  Bab 2 2. Sebuah Pertanda | 2.35%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 2. Sebuah Pertanda

Jumlah Kata:1129    |    Dirilis Pada: 01/03/2023

bungan kita. Tubuhku rasanya sakit sekali. Tapi,

lan kem

!" teriak Alice membuat seluruh rumah mendengar teri

idak, kalau mulutmu tidak teriak!" bentak Nyo

Ia tak bisa melanjutkan langkah kakinya karena

ng ke sini! Keluar dari kamarku!"

Alice dengan lantang selalu memanggil namanya. Bukan Mami, Mama, atau Ib

idak memanggil namaku!" bentak Deborah menendang pintu kamar Alice.

yang muntah. Deny berlari mengikutinya dari belakang. D

tanya Deny panik. Tak berselang

rdengar sampai ke bawah.

sepertinya Nona Alice kurang

erjatuh. Dengan sigap, Deny dan Leo menyanggah tubuhnya. Air mata keluar

ilkan Dokter?" Deny mencoba

Papi khawatir. Papi, masih sibuk

e di samping tempat tidurnya. Ia tidak tega melihat Alice yang mondar mandir k

malam itu aku sempat lalai? Seperti

cat. Ia sesekali mengelus perutnya yang terlihat sedikit buncit.

ertinya tidak. Dia sering olahraga dan p

ku tidak bena

sanya kayak mau mati!" seru A

rkali-kali akan membuat Nona semakin lem

lam sekejap terlihat lemah, rapuh, dan putus asa. Siapa pu

muntah! Gak ada yang keluar dar

an kepala tanpa sadar juga menepuk dahinya pelan. Alice melirik Deny

, ya?" izin Deny berharap disetujui

Kalau aku mati, gimana?" liri

ya memerah saat menahan tawa atau tertawa. Dalam keadaan s

, hanya kurang istirahat saj

a kamu ingin melihat wajah bahagia Debor

senang sekali kalau a

an. Seorang Ibu sambung yang diharapkan bisa menggantikan posisi Ibu kandungnya ternyata meleset seratus persen. Bisa dikatakan kalau Tuan Alfred

ikit saja." Deny masih te

anan yang enak-enak," kata P

g berpandangan. "Den, Nona Alice masih muntah? " tanya

t dan kembung. Muntah tidak keluar apa pun dari

suapi ya, Den? Makanan saya taruh di si

a tangannya ditarik ke dalam kamar. Pamela

n dia bagaimana?" tanya Deborah pen

mual, lemas. Tapi, waktu muntah ti

menyuruh Pamela keluar dari kamarnya. Sen

ice. Hingga Alice menoleh ke arah pintu. Deny melirik den

rah dengan kasar. Melemparkan benda kecil panjang ke atas tubuh Al

mbolak balik berkali-kali tidak menemukan jawaban dan tet

pakainya, gimana?" Alice

u? Batinnya sedang berperang. Satu sisi tidak ingin memberitahukan pada Alice, khawatir ji

u kegunaan alat ini untuk apa?

tadi juga sedang memikirkan kegu

ut?" Alice mempraktekkan. Deny memalingkan

lat itu

. Ia sama sekali tak berkedip. Alat kecil it

" tanya Alice sa

itu untuk

mong yang jelas

n," lanjut Deny den

berdebar kencang merasakan emosi yang membuncah. Ta

g tengah. Dua koki, lima asisten rumah tangga, tiga supir pribadi, dan tak ketinggalan

bor

bor

bor

nenek

il mama sambungnya. Hanya ingin berteriak menumpahkan kekesalannya. Teriaka

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY