img Unexpected Feeling  /  Bab 4 Hukuman Aneh | 3.42%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Hukuman Aneh

Jumlah Kata:1037    |    Dirilis Pada: 05/03/2023

ng alasan memanggil dirinya juga. Tidak memiliki kepentingan sama sekali dengan

jar dengan suara datarnya tapi

" Dito menja

nanti baru kesini," ucap

Fajar memilih menganggukkan kepal

. Indira masih bisa mendengar suara Wahyu yang mengejek F

ng malah dimarahin, nasib jadi maba beg

n "Makanya besok kalau jadi senio

a keluar mendapati Dito sudah duduk dengan memainkan ponselnya, menggelengkan kepalanya melihat sikap Dito yang baru dikenaln

itu aja." Indir

tanya Dito mey

alam membuatnya membuka pintu, tidak lupa menutupnya kembali saat meli

teman-teman, itu tentang psycho camp yang akan kita adakan akhir rangkain ini. Orang tua atau wali tand

pulkan, mas?

" Wahyu menjawab l

patnya meminta ijin agar bisa tidak ikut. Dito keluar dari ruangan membuat Indira hanya sendirian berhadapan langsung d

ira tidak peduli dengan

an headset menatap Indir

k ikut acara tadi?" Ind

jar langsung sebelum

tidak gatal, menatap takut pada

orang tua keluar dari rumah." Indi

ang tua." Wahyu mengeluarkan

mereka nggak a

ih alasan yang jelas." Faj

engan ragu "Aku nggak boleh te

kami harus objektif bukan seenaknya sen

yakitnya, mereka berdua tidak akan paham dengan penyakit yang dirinya punya. Tidak semua paham

rus, aku ma

dua dengan Fajar yang masih memberikan tatapan penuh selidik pada dirinya, hembusan nafas

ambil kotak makan yang ada disampin

nutup mulutnya saat meli

ndapati Fajar melakukan hal yang sama, mulai menikmati makanannya dalam diam. Indira hanya bisa mengikut

jawab gelengan kepala Indira "Aku

tapi

mubadzir." Fajar mengambil mana

nanti. Belum mengenal Fajar dalam membuat Indira sedikit bertanya-tanya tentang apa yang ada di

mbuat Indira menatap kearahnya dan seketika menggelengkan kepa

atakan sebenarnya "Jangan aneh-aneh, kak."

isa kasih tahu alasan sebenarnya nggak iku

mang sebenarnya." Indira memberikan tatapan langsung pada Fa

ra langsung sama orang tua

ar, seketika menggelengkan kepalanya membayangkan re

enuh selidik membuat Indira membelalakkan matanya tidak percaya "Kamu nggak mau tahu hukumannya ap

ak lagi kerasukan, kan? Apa sekarang lagi taruhan sama Mas Wahyu? Mana ada hukuman

a pacaran dan sebagai pacar

kepalanya langsung tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi teman-tema

umpah nggak lucu." Indi

mu." Fajar memberikan ponselnya pada Indira "

langsung mengetik nomernya. Fajar menunggu dalam diam, tidak l

yang langsung diberikan pada Fajar "Aku jadi spesial sebagai orang pertama, aku a

Biar aku lakuin sendiri.

u balik ke tempat tadi dan kita ketemu di

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY