img Mahasiswi Piaraan Dosen Muda  /  Bab 5 Hero | 6.76%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Hero

Jumlah Kata:1795    |    Dirilis Pada: 22/03/2023

masuk kedalam apartmentnya. Kunci motor yang pria itu gunakan telah di

yang membuatnya harus merasa letih hari ini, kecuali fakta bahwa dia kerap jatuh dari atas ranjang

memang ingin tidur tapi sepertinya dahaga yang dia rasakan meminta untuk lebih

ir tersebut sampai menetes ke dagu dan membasahi kemeja yang dia kenakan. Dengan satu tangan laki-laki itu memilih untuk mel

pun. Membiarkan tubuhnya yang berorot dan indah itu terekspos bebas. Meski terlihat keras, tapi sebena

urnya agak bosan sekarang. Tiba diruang tidur pria itu kemudian melompat dan menyandarkan kepalanya ke dinding, membiarkan kedua kelopak matanya terpejam sementar

apa yang benar-benar wanita itu inginkan darinya. Dia sudah pernah mengajak wanita itu kencan, tapi anehnya dia malah menolak dengan alasan akan sulit bagi mereka untuk bersama mengingat hubungan sebagai rekan kerja yang t

gu Leon pulang ke apartmentnya. Wanita itu bahkan berlulut dengan tanpa menggunakan sehelai benang pun. Menyambu

g memerah adalah kombinasi yang kontan

an yang dia gunakan untuk memuluskan jalannya perbuatan yang sedang dia lakukan. Hanya butuh waktu sedikit saja, dan pria itu telah tenggelam dalam fantasi

annya mencoba untuk memberontak, bayanga

dikepalanya. Silvana yang berjongkok, dengan matanya yang besar tanp

in menguat, dia bahkan menggosoknya l

ukankah seharus

lam fantasinya. Menggunakan oral untuk memanjakan, dengan sesekali mene

benar-benar kehilangan kendali atas segalanya dan menggunakan t

a secara utuh kedalam mulut. Perjuangan yang benar-benar menggemaskan sekaligus menggairahkan. Ini benar-benar terlalu sulit untuk da

ria itu bernapas berat, melepaskan genggamannya dan jatuh terkulai di

uat? Membayangkan mahasiswi

gan apa yang dikatakan oleh Jarvis belum lama ini, diam-diam

menarik dan semua pria punya satu pendapat yang sama tentang dia. Silvana itu unggul. Leon juga begitu, tapi seb

ang lalu masih tertinggal. Dia tidak mengira bahwa hormonny

ngan cepat. Dia tidak boleh memikirkan Silvana dalam ranah konteks seksual. Dia ha

g tempat tidurnya yang penuh de

an waktu dan sedikit s

i menarik seprainya dan membawa benda itu ke kamar mandi un

*

bagai salah satu mahasiswa fakultas teknik, dia bahkan lupa namanya siapa. Performanya agak sedikit mirip dengan Sir Leon, hanya

yang sedang tidak terbendung. Kalau pun Silvana tidak bertemu deng

nyadari bahwa Silvana mau memasuki apartmentnya dengan maksud menuntaskan hasrat semata. Itu lebih memb

eneriakan apa saja yang ada dikepalanya seperti ini. Mungkin malam ini akan

rganggu dengan komentar yang dilayangkan pemuda itu terhadapnya.

ri menggerakan jemarinya menunjuk pada satu tit

dia memang pernah dengar isu soal betapa binalnya Silvana jika sudah diatas ranjang, dan hal itu agak sedikit mengganggu

ita. Dia tidak menyianyiakan banyak waktu untuk menatapnya berlama-lama, karena di detik yang sama pemuda itu juga menarik turun kain penghalan

rjang. Membawa bibirnya untuk melumat milik Silvana yang dia sangka telah menunggu belaian kasihnya. Kepala gadis itu kontan t

idak cukup hebat untuk membuat Silvana 'on'. Stimulasi yang dia dapatkan pun tidak sebanyak yang bisa di

ruksi darinya. Dan ketika pemikiran itu muncul dibenaknya, tahu-tahu seluruh tubuhnya malah memanas. Ya, Sir Leon pasti bisa lebih baik, pria

arkan erangan kerasnya yang pertama membuat

a itu?"

ilvana malah meremas

kit rusak. Tapi ketika pria itu kembali sibuk, Silvana bisa kembali memejamkan matanya dan membayangkan Sir L

eluruh keahliannya. Sekali lagi Silvana mengerang dengan putus asa. Kedua tangannya meremas kedua s

ngan sedikit menyeringai. Itu cukup untuk membawanya menuju puncak, g

Sementara Silvana yang tidak menyadari dosanya malah menatap tak s

any

bukan namaku," Pandangan pemuda itu berubah tajam, dia m

pa yang a

kearah Silvana yang bereaksi merona tatkala dia menye

erbaik dibandingkan harus beradu argument tentang sesuatu yang akan jadi memusingkan. Mendapati dirinya dib

membahasnya oke?" ujar Silvana

nting k

na telah membawa jemarinya menyentuh milik pemu

nsi lebih. Termasuk pada pemuda ini, dia lumayan angkuh dan protektif padanya padahal skill memuaskannya masih terbilang rata-rata. Silvana kini me

a lagi. Aku minta jangan bersuara

dia akan mulai membuat sebuah skenario panas lagi, tentunya de

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY