img Ditinggalkan Karena Burik  /  Bab 5 Berobat | 15.15%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Berobat

Jumlah Kata:1119    |    Dirilis Pada: 30/03/2023

ro

dokter kecantikan tersenyum dan mempersilahkanku untuk berbaring di brankar. Saat ini aku sedang berada di sebuah

hidupku tadi. Katanya, dia tidak segan-segan mengeluarkan banyak uang kar

dak berubah meskipun sudah melahirkan, ditambah penampilanku yang sebentar lagi akan Bu Indria rubah

buat seluruh apa yang tidak ada di wajahku terlihat sempurna, melalui la

ah bisa sembuh, dan wajahnya bisa kembali mulus

nik ini adalah langganan kaum sosialita dan sudah

emudian kembali duduk di tempatnya, dan memin

perparah kondisinya, hingga membuatnya infeksi seperti sekarang ini. Kita butuh perawatan ekstra dan biayanya tentu saja ti

bali mulus. Untuk urusan biaya, saya yang akan menanggungnya sendiri,"

ali perawatannya saja bisa mencapai hampir 35 juta hanya untuk wajahnya saja. Dan itu tentu saja membuatku menganga dan tak p

asa saja dan malah menanggapinya de

i pula itu adalah aset dan Aisyah harus memperbaikinya dulu, sebelum dia menghasilka

!" ujar dokter itu sambil berdiri dan mengangsur

banyak dua ratus ribu per minggu, untuk biaya kebutuhan dapur dan Diandra. Seda

Aku mengangguk pasrah menuruti keinginan wanita itu. Sementara Bu Indria m

an perawatan. Bahkan ada seorang wanita yang entah seperti sedang disuntik hidungnya agar lebih mancung atau semacamnya, entahlah. Aku hanya memp

i wajah dan setelahnya terasa kebas. Lalu entah seperti alat seperti apa, yang jelas wajahku tetap saja sakit. Seperti dicongkel dan itu membuatku

antik itu perlu pengorbanan. Oke?" ujar Bu

**

kali menyusul, setelahnya kembali diraih oleh pengasuh yang sengaja d

an wajahmu saja, agar kulitmu tidak semakin infeksi. Tadi itu dokter mengeluarkan nanah-nanah dan kulit mati dari wajahmu. Jadi kamu harus hati-hati jika ingin kulitmu cepat sehat." Aku mengangguk mendengarkan ucapan

ali masak lagi. Entah jika Mas Andra besok tidak memberikan uang mingguan, aku akan makan apa selama seminggu ke depan. Tiba-tiba saja dadaku kembali sesak mengingat bagaimana pria

Cantik itu luka, dan sebelum cantik, aku harus merasakan luka-luka di wajahku d

**

lum boleh terkena paparan sinar matahari secara langsung, dan aku harus berdiam dulu di dalam rumah. Tapi tak apa, ini adalah proses u

eat Mas Andra terparkir di depan kontrakan yang berjajar ini. Padahal ini masih siang. Apakah suamiku itu

duduk sambil menonton TV. Dan seperti biasanya, bukannya menja

gkan Farel di sana. Saat aku keluar kamar untuk mengambil wudhu, mata k

tu mukamu," gumamnya namun masih b

n menjadi aset penting untuk menarik rupiah yang sangat ba

gi sikapnya kepadaku. Yang jelas ini adalah awal

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY