img Penguasa Dewa Naga  /  Bab 4 Harapan | 3.54%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Harapan

Jumlah Kata:879    |    Dirilis Pada: 11/04/2023

bicara!" teriaknya sambil mengulurkan tangannya ke depan,

aki di belakangnya panik dan segera

geluarkan aura ranahnya. Aura 5 bintang energi mun

erang tuan muda

. Sesaat kemudian, ia membuka kembali tangannya dan melihat aura ranah milik tuan m

ang te

ipukul bocah yang tidak bis

ah

eranian Akara, lebih tepatnya k

eton, hahaha sampah!" teriakny

r-benar marah, terpancar energ

ulannya dengan mudah dihindari. Saat Cor Beton berbalik badan, Akara s

jadi, tidak disangka, Cor Beton tidak berg

membuat Akara sedikit terkej

kita? Hahaha." Cor Beton tertawa p

kedua pedangnya dengan yakin. Menggenggamnya dengan sangat

a melesat, lalu menunduk untuk menghindari serangan dan juga menusukkan pedangnya

au hanya serangan Akara yang berhasil, namun tetap saja tidak menyebabkan luka. Kelincah

ah bawah. Akara terkejut dan melompat ke samping, namun Cor Beton langsung melakukan tendangan

kesakitan, meringkuk s

menendangnya dengan sekuat tenaga. Akara kembali terhempas dan

merasa iba dengannya. Mereka tidak mampu melakukan apa-apa u

ngi dada bocah itu, lalu melancarkan

t lemas menerima semua pukulan. Pada setiap kali pukulan, men

uannya yang sedang memukuli Akara. Ia memegangi lengan Cor Beton agar tidak lagi memukulinya. Akan tetapi,

li antar sampah!" teriak Cor Beton

sebel

yang diciptakan oleh Akara. Kana, melakukan peng

a Beton juga 'kan? Past

tunangan yang ditakdirkan un

tang! Tid

ah aura satu bintang, yang muncul di belakang

dibalut perban. Dengan cepat Akara membangunkan tubuhnya dan menarik perban di mukanya

uka korden dan mendekati Akara. Dikeluarkannya satu buti

ar lukamu benar-bena

nya dan malah turu

enti sesaat, lalu berjalan

ha menahan Akara, namun gagal kare

kebetulan bertemu dengan Cor Beton. Segera ia memperlam

rhenti. "Buru-buru mau ke mana

a dengan raut muka geram. Dia menyadari ketidakmampua

andingkan dengan tuan muda ini!" teriak Cor Beton saat Akar

jalan menuju hutan yang sebelumnya ia lalui. Sungai besa

menjulur ke arah Akara, kini mengepal dengan erat. Ia ingin mendekat saat melihat bekas luka di mukanya,

dekatinya. Cara turunnya seakan terbang dengan begitu anggun, mele

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY