img Godaan Bini Orang  /  Bab 9 Gadis Penunggang Kuda | 6.52%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 9 Gadis Penunggang Kuda

Jumlah Kata:1253    |    Dirilis Pada: 11/05/2023

an malam. Perlahan dia merasakan kegelapan yang menyelim

engan kakeknya di masjid, juga saat makan malam, Rhido masih merasakan sesuatu yang asing pada dirin

n angannya melayang, mengembara menembus batas antara dunia nyata dengan dunia maya. P

ka dedaunan lainnya bernyanyi di samping rumah kakeknya dengan nada yang seperti bergemerisik

las senyum manis menatap lukisan itu. Wajah seseorang yang sejak tadi siang senantiasa menghias relung-relung ka

ngan yang merengkuh lukisan wajah cantik itu. Dia hanya dapat mendesah menahan sejuta ras

gan wanita cantik itu untuk selama-l

lingnya yang juga tampak pekat. Rhido bangun dan melangkah menuju tempat yang belum pernah dia kenal sebelu

a dia meurasakan juga kakinya sedikit berat untuk melangkah. Semakin dia paksakan semakin kakinya menolak. Langka

a dengan apa yang akan terjadi padanya. Ketakutannya mulai sirna ketika matanya menatap sebuah l

dirinya. Dia menegakkan tubuhnya dan melemparkan pandangan ke sekeliling. Rhido benar-benar merasa takjub ti

erap langkah sepatu kuda yang mendekatinya. Ringkikan kuda itu semakin nyata hingga Rhido tak perlu memasang te

seekor kuda jantan berwarna putih nan perkasa. Rhido mengamati kuda itu dengan seksam

wanita itu setelah dia turun dari ku

nya merekah bahagia karena sosok yang kini berdiri di de

empuan itu diterpa cahaya rembulan yang terang. Ternyata dia jauh lebih muda dan cantik dari jarak yang ti

rian? Apa kamu tidak takut?" Pertanyaan ini meluncur begitu

lan purnama. Aku tidak takut berada di sini sen

h

rnama tiba," jawab wanita itu dengan nada yang

i mandi di sungai buk

kamu mengintipku," balas Yoni

bukan warga kampung sini. Kamu tinggal di mana?" tanya

juga bukan warga sini. Aku tinggal di pinggiran hutan bersama ibuku, namanya Mak Onih. Beliau suk

ran hutan itu. Tapi biar tidak mengecewakan gadis itu, dia pun mengangguk-angguk. Bagi Rhido tak peduli

si dan tembus pandang itu

gan mantap. "Oh ya, boleh aku ikut duduk d

nemani. Nama kamu sendiri siapa?" sahut Yon

ah gak ngeliat aku duduk berdua dengan kamu?" tany

jawab Yonih sambil menunduk. Sua

punya pacar?" Rhido kembali betanya

iku mana mungkin ada yang mau macar

keluar. Entah sejak kapan dia berani merayu wanita, sedangkan biasanya san

u istri Mas Rhido marah sam

car apalagi istri!"

do kan sangat ga

aku jo

ku per

Rhido lebih merapatkan duduknya, Yonih pun tidak menolak. Hal ini membuat Rhido sema

bercengkerama dan bercanda ria penuh gairah. Rhido bena-ben

hingga sampai ke pahanya. Pakaian yang membungkus tubuh Yonih pun hanya terisisa beha dan celana

a denganmu, aaaah..." Lenguhan Yonih yang entah s

sssst.." jawab Rhido saat Yonih semaki

onih mulai melenguh kenikmatan, bibirnya masih tetap melahap bibir Rhido dan tang

ntari batang Rhido yang memang berukuran standar

h perjaka, yaaa aaaah ssss

. Masih perjaka ting-ting, kan belum pernah punya pac

n batang rudal Rhido yang disebutnya kecil. Sementara Rhido terus merema

*

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY