img Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder  /  Bab 3 Pindah Rumah | 0.69%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Pindah Rumah

Jumlah Kata:1424    |    Dirilis Pada: 26/05/2023

iani, Sintia masih membicarak

ki-laki. Aku dengar, guru laki-laki tersebut b

uruh dia begitu cantik!" ucap resep

hanya bisa merayu pacar orang lain,

itu. Dengar-dengar pacarnya sangat tampa

carku sekarang," ucap

s tersebut dengan penuh semangat. "J

akkan?" Suara Riani yang muncul dengan tiba-t

erjalan tanpa suara, benar-benar membuatku kaget se

embantu Ferry untuk memasukkan beberapa resume kerja ke perusahaan. Kalau tidak

epala bagian keuangan, sedangkan Sintia hanyalah seorang kasir. Oleh k

dia harus membagikan selebaran di jalan. Selain itu, dia juga bekerja sebagai model di sebuah

membeli barang-barang mewah dan bersenang-senang di bar sepanjang mal

saat ini, wanita itu masih mengira kalau dia telah menemukan harta karun. Jadi saat mendengar kat

no sudah menelepon dan meminta Ferry untuk pergi melakukan wawancara kerja. Pernahkah kamu mendengar tentang Perusa

rinya dan melambaikannya di dep

berjalan melewati Sintia

ia melihat adanya tumpukan tagihan yan

napa jadi diberikan kepadaku?

k badan akhir-akhir ini, jadi dia memintamu untuk m

i sambil melempar map dokumen tersebut di atas meja hing

licik dan sekarang, dia baru sadar kalau dirinya benar-benar sangat bodoh. Selama ini, dia bahkan meng

tidak punya waktu untuk minum air, apalagi makan siang, hingga sampai m

tahu kalau dirinya mengidap kanker dan Riani juga tidak memberitahunya. Dia hanya meminta nenekny

k malah berbalik menghiburnya dan memintanya u

neneknya tentang pernikahannya, tapi saat kata-kata itu s

seluruh tubuhnya terasa pegal. Karena itu, dia

encana untuk pindah ke kediaman Keluarga Sutrisno malam ini. Saat membayangkan kalau

dan beberapa barangnya pergi ke ala

pemukiman tua. Jalanan di sana sangat sempit, kedua sisi jalannya p

jalan, dia mencari tahu, di mana alamat tersebut, tapi bagaimanapun

ke dalam, lingkungan di sana makin mewah dan bersih. Jalanan di sana juga semakin

aja tidak bisa menem

reka semua menyuruhnya untuk berjalan lebih ke dalam, tapi saat dia hampir

in menelepon Rizky, tapi dia sama s

ponselnya mal

igus marah, dia benar-benar tidak bisa

juga tidak mempermasalahkan kalau dia itu tidak menjemputnya. Namun s

di samping sekumpulan tanaman. Beberapa saat kemudian, sebuah caha

encoba untuk berdiri, tetapi karena dia berjongkok terlalu lama, kakinya jadi mati rasa dan saat dia ber

ucap Riani den

u tidak mas

hu di mana ru

izky terus berdering saat dia sedang rapat dengan pa

onku?" Melihatnya yang berpura-pura b

ya penjelasan, dia lalu mengeluarkan kunci rumahnya da

ati. Dia melihat nomor pintu yang terhalang

rbang, seorang wanita berusia

apakah Kakek

a sedang m

ma sekali tidak memperhatikan Riani yang sedang men

lah berusaha dengan sekuat tenaga tetap saja

r tiba-tiba terulur keluar dan me

bahwa ternyata Rizky yang membant

ali dia pindah rumah, Ferry sama sekali tidak mengulurkan tangannya untuk m

ahwa barang yang dipindahkan ke atas hanya diletakkan begitu saja dan tidak dibereskan sama sekali

Suara Rizky yang tidak sena

alam. Halamannya tidak terlalu luas, tapi sangat bersih dan rapi. B

uk melihat ke sekeliling, dia tanpa sengaj

ya, Rizky pun berba

ni buru-buru melambaikan

kemudian berjalan mendekat dan menendangnya ke sampi

njol dan kapalan di telapak tangannya m

ngung. Dia tidak tahu apa

zky pun mengatupkan bibirnya. Dia lalu meng

membuat jantung Riani berdegup dengan kencang,

ada Bibi Dian, setelah itu dia pun m

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY