img Hanya Suami di Atas Kertas  /  Bab 2 Belum Dapat Kabar Dari Kampung | 2.38%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Belum Dapat Kabar Dari Kampung

Jumlah Kata:1047    |    Dirilis Pada: 25/05/2023

a dan suamiku tersentuh dan mengijinkan aku untuk menjenguk bapak di rumah sakit. Rasan

ua sakit dia gak mau mengurusnya. Masak harus menunggu kamu yang jauh?

gantian menjaga bapak, Bu." Aku b

an kamu yang menjaga bapak di rumah sakit? Begitu mau mereka? Kok gak adil begitu sih orang tuamu, Nes?"

na ibu dan kak Ayu. Saya hanya ingin pulang untuk mengurus bapak sakit.

ekalian mau refreshing," tukas wanita yang telah melahirkan mas Rama ke dunia ini tanpa merasa berdosa. Mau refresing katanya sementara bapak aku sedang s

memainkan ponselnya. Semoga saja mas Rama mengijinkan untuk menjenguk

an keras kepala. Kalau d

tkan hatiku. Sungguh, mereka sa

kan anakmu,"

tidak memperdulikan bagaimana sedihnya sang istri. Dia tidak pernah mau tahu ba

gin lalu saja di mata lelaki ya

an ibunya. Sesekali aku melihat mas Rama tersenyum be

cerita tentang persiapan pesta Sinta dan mereka

rga suamiku. Aku ini hanya istri

berpacaran dan pulang larut malam. Malah aku

endiri," ujar ibu mertua saat aku keberatan karena Sinta masih berduaan dan bergelap-gel

sama lelaki tengah malam begini, apa ibu gak

karena calon suaminya kaya raya. Tajir melintir ...

Ah ... ibu ini ada-ada saja," ujarku. Hanya ingin dini

. Terserah mereka saja. Toh Sinta pun bukan adikku. Walaupun aku menganggap mereka seperti ibu dan adik sendiri

lau dilarang ke pesta sanak keluarga, diri ini tidak pernah keberatan. Tetapi ini yang dilarang untuk menjenguk orang tua yan

ik perempuan dia kelak diperlakukan

h sakit pikiranku selalu saja jauh

a tidak akan berjump

ini untuk selama-lamanya. Segala pikiran buruk

i tidak bisa. Aku merasakan kehadiran bapak sangat suli

an anak-anaknya seperti dahulu lagi. Apalagi sebulan lagi bulan

embali seperti Ramadh

satu. Ingin melihat bapak seh

n itu. Hatiku sedih tidak menentu sementara mereka bertiga mengobrol dan sek

sanggup. Siapa yang sanggup tertawa di saat oran

ehan mereka akhirnya aku mela

n tubuh ini di ranjang sambil m

untuk menelpon orang tua yang jauh di sana? Segera saja diri ini bangun dari pembaringan dan mengambil ponsel

tombol hijau tetapi kak Ay

Hati ini terus kepikiran bag

apa tidak mengangkat juga

ranku semakin kalut. Siapa lagi yang bisa aku hubungi

Beliau merupakan adik kandung bapak. Tetapi

n kak Ayu. Semoga saja kak

. kring

ga baru terdengar suara

amuala

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY