img Lelaki Kedua  /  Bab 5 Pernikahan Pura-Pura. | 14.29%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Pernikahan Pura-Pura.

Jumlah Kata:2015    |    Dirilis Pada: 02/06/2023

dalam room 214, membua

uka dulu pintunya." Arimbi meminta, perias pengantin

. Tebakan Arimbi benar. Kepala ibunya mun

harus ada di pelaminan. Tamu-tamunya sudah pad

hanya merapikan gaun Arimb

mulai ramai. Duh, Rimbi.

rharu melihat kecantikan anak gadisnya yang akan segera menjadi istri orang. Rasa har

an hati yang luar biasa untuk berada dalam posisi putrinya. Dihianati oleh calon suami dan s

erlu berterima kasih juga. Kecantikan Rimbi ini adalah titisan

Mata ibunya yang berair telah menjelaskan semuanya. Nasibnya memang menyedihkan. N

i Ibu karena kamu menuruni mata tajam ayahmu. Ya sudah, Ibu menyambut tamu-tam

mbi dengan Ganesha pun masih merupakan teka teki. Namun sebagai orang tua,

t, betapa Ganesha kerap menyempatkan diri menemani ayahnya check up ke dokter, ataupun mengantar ibunya ke salo

. Menurut pengalaman hidup Bu Ambar, laki-laki yang menyayangi ibunya, jug

nya. Bahwa ia kerapkali menjumpai Ganesha bersama

kan Ganesha pada Arimbi. Kalau tanpa pertimbangan yang kuat, mana mungkin mereka sebagai orang tua ma

eperti Ganesha lah, yang biasanya bisa menjaga cinta. Type or

anan dan hambar diakhir cerita. Semoga saja apa yang d

i pengantin yang menatapnya balik ini terlihat bimbang. Ada begitu banyak keraguan di kedua matanya

esha ini sangat tertutup dan misterius. Ia mengenal Ganesha hanya melalui cerita-cerita Seno dan juga Menik. Dari apa yang mereka berdua ceritakan, Arimbi sudah bisa menarik satu kesimpulan.

meminta apapun pada Seno. Kalau hanya sekedar makan-makan atau hadiah- hadiah kecil yang Seno berikan pada moment-moment tertentu ; seperti saat ia berulang tahun atau valentin

stri Ganesha. Entah apalagi kelak, julukan

amu sudah sah menjadi nyonya Ganesha Caturangga. Sudah sangat telat jika kamu menyesaliny

berwarna putih gading dengan bagian dada berbentuk huruf V model see through alias menerawang. Sementara di bagian pinggang menyempit dan

ikannya ini tidak bisa menutupi kepanikan di kedua matanya. Bukan pernikahan seperti ini yang i

epertinya ibunya sudah tidak s

n. Sepertinya ibu sudah tidak s

rwarna hitam dan dasi kupu-kupu berwarna senada, Ganesha terlihat gagah dan berwibawa. Dalam keadaan rapi begini, sekilas Arimbi melihat bayangan Seno di wajah Ganesha. Darah memang tidak bisa berbohong. Walau wajah Se

a melirik Tince. Ada tatapan meminta Tince untuk meningg

an ya, Rimbi? Nanti yey menyusu

h menuju ballroom. Tince mengerti. Ada hal yang ingin Ganesha bicarakan secara pribadi dengan Arimbi. Dirinya juga tahu kalau

kan pinggulnya di tepi ranjang. Ganesha tidak menjawab. Ia menutu

n di bawa ke mana a

i ngeri mendengarnya. Namun bibirnya

ginnya bagaimana?" Ar

kita, tepatnya." Ganesha menekanka

ng ingin Mas katakan. Nanti s

pertanyaan seraya menatap Arimbi dalam-dalam. Ia ingin mendengar jaw

no, ia hanya bertemu dengan Ganesha beberapa kali. Itu pun jikalau ada acara-acara keluarga yang memang mengharuskan mereka semu

emi nama baik keluarga kita berdua. Tidak ada urusan cinta ataupun perasaan sentimentil lainnya. Oleh karenanya, saya

amanya ini lah yang paling ia takutkan. Bayangan bahwa ia harus berkasih mesra dengan laki-laki yang seharusnya ia panggil kakak ipar, membuatnya genta

gin memperjelas situasi dan kondisi pernikahan kita." Gane

atanan bermasyarakat. Tetapi apabila kita telah berada di dalam kamar, maka kita ad

pa lama?" ta

gi berada dalam perkawinan ini. Kalau kamu sudah menemukan salah satu dari ked

h, Ganesha tidak

wanita lain, atau sudah tidak nyaman dengan pernikahan ini, maka Ma

menggele

asalah kenyamanan, kita sudah berjanji bahwa kita tidak akan mencampuri uru

nmu, kecuali kamu yang memintanya. Sampai d

ncampuri urusan pribadi satu sama lain. Kalau saya tidak nyaman atau menemukan laki-laki yang saya cin

sha mengacung

? Kamu set

ini win win solution. Tentu saja ia setuju. Mereka toh

terindah dan wajah sepasang mempelai yang tengah berbahagia. Ingat

harapan sekecil apapun padanya. Sebrengsek-brengseknya Seno, dia tetap

ankan memberi harapan, saya bahkan

adalah kakak iparnya. Justru Seno yang sekarang harus memangg

aya tidak akan berbicara pada Sen

tatanan bermasyarakat kita adalah suami istri. Jadi kit

rdiri. Namun ia kembali terduduk. Gaun megar berikut v

Arimbi menyambut juga uluran tangan Ganesha. Arimbi menumpukan lengann

214, mereka berdua berjala

a adalah pasangan

ha. Ganesha menyambut hangat dan berjalan mesra di sepanjang koridor hotel menuju

ha tiba di ballroom. Sebagian besar tamu memang penasaran saat mengetahui telah terjad

sepasang mempelai lainnya. Ya, Seno dan Nina memang mengadakan resepsi di hotel ini

ntuhan kecil di antara keduanya terlihat sangat alami. Seperti itu jualah Seno dan Nina memanda

an raut wajah nelangsa. Sementara Nina menatap bengis wajah Arimbi y

a. Karena aku akan kembali melenyapkan tawa itu da

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY