img Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia  /  Bab 2 Dipaksa Menikah | 2.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Dipaksa Menikah

Jumlah Kata:1911    |    Dirilis Pada: 12/06/2023

paksa

enatapku penuh intimidasi, mengatakan bahwa dirinya adal

itu, tatapannya sangat mesum kepadaku. Lelaki yan

sen adalah calon suamiku, dia kekasihku saat

segera aku tepiskan tangannya. Ku palingkan wajah

rahku, sungguh aku tak tau apa ya

ak, cantik?" tanya lela

dirinya yang semakin lama sem

gahku, ketika dirinya ter

seluruh tubuhmu akan menjadi milikku," te

, mana mungkin aku mau menikah denganny

denganmu!" tegasku, m

u seraya menatap wajahku

upku, aku tidak mengenalimu dan kau jangan pernah memaksaku unt

an Zu, terlihat tertawa, ketik

Kau hanya kutu kecil bagiku, kau ad

e

e

e

angnya, sungguh apa yang dikatakan oleh

akukan itu kepadaku, selama

bohong!" ucapku den

kesalahan kepadaku, dia melarikan diri dan meninggalkanm

e

ku, sedangkan orang tuaku mengatakan kepadaku, kalau saat ini mereka sedang dalam tugas luar kota, itulah

engalir membasahi pipiku, s

akan aku buat bahagia, asal ka

kan aku!" tolakku dengan nada menjerit dan be

kku, aku akan tetap menja

u langsung hancur seketika, tanpa basa

ak lama setelah itu, Tuan Zu menarik tengkuk leherku

ya beberapa kali, namun dia tetap tak

hingga akhirnya Tuan Zu melepaskan paguta

ang, Tuan Zu langsung mengusap bib

lama kemudian kurasakan bibirku yang sudah basah karena bekas ciumanny

us bekas ciumannya, namun masih kurasa

yeringai, aku melihat dirinya berdiri d

as ciumanku?" tanyanya den

ekas di bibirku," cibirku dengan

tinya, bersiaplah, kau akan ikut denganku s

" tolakku, seraya memu

n Zu langsung menarik tanganku. Dengan cepat akupun d

dia dengan santainya terus memangg

masuk kedalam mobilnya. Setelah itu, Tu

ngsung memeluk tubuhku, kutepiskan tangannya, namu

" titahnya seraya t

sopir dengan menut

kursi pengemudi, sudah menutup sendiri, ketika sopir ter

anku yang kecil, dicengkram dengan satu tangannya, hingga aku tak bisa mel

a berlalu tak senon*h kepada ku, kedua

a dari bibirku. Nafasku mulai tersengal-sengal, dadaku sudah naik turun dan

dukkanlah tubuhku di atas pangkuannya, dia

k mau wajah cantikmu akan hi

nggapi ucapannya, aku terus me

merasakan mobil yang aku tumpangi saat i

para pengawal

i yang saat ini berada dihadapanku. Siapakah dirinya? Ke

uluran tangannya ke arahku, aku hanya menatap wajahnya kesal,

a-basi lagi, tanganku dilingkarkan ke arah

a aku melihat 3 orang wanita kini sudah datang menya

melihat dari gelagat ketiga wanita tersebut

capek?" tanya wanit

s itu?" tanya wanita

, biar aku pijit," tawar

a, tampak dirinya menatap wajahku ter

ah dengannya esok pagi, jadi jangan pernah kalian membully atau berbuat

berani membantah Tuan Zu, terli

ikah dengan pria yang suda

suk ke dalam kamarnya. Aku menolak dan meront

engan para pengawalku?" ancamnya deng

eg

sendiri, aku terpaksa menurutiny

an aku tidak akan berbu

tak membuatku langsung membo

dak sudi tidur denganmu.

ya ke arahku, lalu dengan cepat

tas kasur, saat itulah dengan mudahnya dia langsung menarik

akan berbuat maca

rontak berusaha melepaska

ak, akan aku telanjangi tu

eg

rdiam dan tidak berani meng

istirahatlah, karena besok

g.

guh aku benar-benar tidak mau men

saat ini, dan dia mau memaksaku menikah

*

putih yang sudah disiapkan oleh Tuan Zu, untuk pernikahan kami. N

akhirnya Tuan Zu datang ke kamar dan meliha

setelah mereka keluar, kulihat T

lah itu, diapun mendekat kearahku. Aku lang

sudah menatap nyalang ke arahku. Tak lama setela

uhku dengan kedua tangann

un pengantinmu?" tanyanya den

ah denganmu." jawabk

enyum kearahku, lal

...sre

tidak hanya itu, Tuan Zu langsung melucuti pakaianku, hing

dirinya mulai mengambil gaun penga

ada satu orangpun yang

anku, aku bisa lebih kejam kepadamu, kau pikir siapa dirimu? Kau

t itu, dia terus mengh

mpak murka kepadaku, sungguh aku ketakutan saat itu,

kau akan tau akibatnya nanti, jadi jangan berbuat macam-macam

buah Gereja, disana aku akhirnya akan mengucapkan ja

u pun diantar seorang pengiring menuj

ia mengantarkanku ke arah altar untuk melakukan pr

g Tuan Zu, samar-samar kulihat wajahn

nku dengan terus menatap wajah Pen

ebut langsung membacakan

lebih dahulu, setelah selesai, akupun

tersebut, Pendetapun langsung membuka penutup kepalaku, la

upun dibawa kesebuah tempat, dima

runkan tubuhku, di atas ranjang pen

ulihat Tuan Zu sudah melepaskan semua pakaiannya,

k tubuhku dan merob

uan Zu memerintahkan diriku untuk melaya

kah kau memberikan malam pert

ku cukup menderita. Tolong lepaskan aku!" tola

basi lagi, pakaian dalam yang menempel di

enganmu sekarang, suka atau tidak, ak

e

engan kasarnya merenggut kesucianku saat itu, dia men

ya sia-sia saja, tenagaku ta

gga aku tak kuat menahan rasa sakitku, ketika dirinya

t...hiks

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY