img Cinta di Daun Semanggi  /  Bab 5 Semangat Baru | 13.16%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Semangat Baru

Jumlah Kata:1071    |    Dirilis Pada: 15/06/2023

menyampaikan beberapa hal yang tadi terlewa

. Meja di semua ruangan. Biasanya kita kalau habis kerja, semuanya tertib merap

a

a di pantry. Lantai-lantai disapu, dipel. Ruangan yang ada karpetnya divacum ya. Bisa kan,

ndi mengangguk dan ters

t karyawan. Biar nanti mereka bikin sendiri. Paling

ak Alex. Mereka sering dinas keluar kota. Jadi kalau

a. Kopi.

u, bai

ah ada bantu-b

urat, masukkan ke amplop. Diaja

sudah bisa ya paka

bisa

ir. Sindi berharap, hari esok dan seterusnya akan lebih baik lagi. Di hari pertamanya ini dia semakin bersemangat karena

keberadaan

*

hari pertama Sindi bekerja di tempa

ya yang sekarang. Sindi juga mulai terbiasa melakukan

iti gedung agar setiap pagi beliau dapat membantu Sindi membukakan kunci pintu depan kantor. Sindi juga telah diberi kartu akses

eragam birunya, Sindi mengenakan jaket sederhana berbahan kaus yang cukup tebal b

nyangga bus yang melintang di balik pinggangnya. Dia mengeratkan kedua tangannya yang terlipat di baw

upuk matanya telah berkaca-kaca. Hatinya terasa sangat pilu, merindukan kedua ora

ya cukup terjangkau, namun sebetulnya Sindi kurang puas karena dia khawatir kalau itu bu

lembut hidungnya ke depan. Dia tersadar sudah waktunya dia harus segera turun

ke seluruh penjuru mencari keberadaan Pak Rustam,

tampak Pak Rustam datang menghampirinya dari sisi

edang menya

h, di tangannya sudah terdapat sebundel kunci-kunci ya

a Pak.

ng dipegangnya, Pak Rustam mencari sebuah kunci yang ditandai dengan stiker berwarna kuning berkode angka dua. Yang menand

lahkan. Saya

. Pintu kaca itu kembali ditutupnya namun tidak dikunci lagi. Pak Ru

lantai kantor. Tidak perlu menunggu lama, lantai-lantai yang telah dipel oleh Sindi sudah mengering secepat kilat. Dia teruskan dengan me

l vacum cleaner sekalian mengembalikan sapu dan kain pel sorong yang ta

lex yang tidak dikunci. Dia

Alex. Setelah menyelesaikan kegiatan membersihkan karpet itu, Sindi pindah

reka. Hanya ada gambar-gambar seni yang terpajang dalam pigura besar dalam ruangan mereka masing-masing. Karyawan pun sudah mulai berdatangan ketika Sindi hamp

wanita dari balik salah satu sekat partisi. Dia ad

ikan langkahnya, berdiri sejenak dengan va

teh manis hangat ya Sin. Maa

ngi pe

, ditung

Tika seraya tersenyum

apkan gelas mug untuk membuatkan teh pesanan Tika. Beberapa menit kemudian dia p

erisi teh manis h

itu di atas meja kerja Tika dengan memberikan

asih banya

meninggalkan area kerja karyawan menuju kemba

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY