img Terjebak Cinta Pria Arogan  /  Bab 4 4. Desainku Yang Berharga | 5.97%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 4. Desainku Yang Berharga

Jumlah Kata:995    |    Dirilis Pada: 22/06/2023

erasa le

ng saat ini bertanya padanya. Sebelah tangan wanita itu berada di atas bahu

. Terima kasih mi

sama,

a yang luk

Peony. Saat ini Peony dikelilingi tiga orang rekannya. Salah satunya ada

adalah seorang pria jika dilihat dari tubuh kekarnya. Namun tak berhasil. Tenaganya kalah jauh. Apalagi Peony memakai sepatu hak tinggi. Ia kehilangan sang pencopet saat pria itu mas

ya terdorong sedikit saat

ncangan desain yang akan kau ajukan unt

ua rancangan yang akan aku a

segera tertangkap!" desis Olivia kesa

lembut. "Deadline tinggal dua hari lagi sebe

nya cadangan sketsa untuk diperlihatkan saat meeting. Matanya berkaca-kaca mengingat buku

aafkan aku tidak bisa membantumu untuk memundurkan jadwal meeting bersama para pimpinan." Daniella Ang terlihat menyesal saat mengatakan itu pada

n hal itu sebelumnya. Tidak perlu merasa bersalah. Hal

uarkan api karena terlalu geram. "Tidak, Dear, si pencopet bajingan

p bokongnya jatuh ke

tas Peony akan ikut terjun bersama pria itu? Akan sangat sulit bagi Peony mendapatkan k

dulu saja bokong pri

memisah

udi memegang bokong pri

ertawa saat Grace dan Ol

aja rancangan-rancangan yang mere

awa. Kali ini kare

bisa mendengar ta

h tenang dari sebelumnya. "Terima kasih telah menghib

Daniella menepuk bahu Peony yang bebas. Setelah melakukan itu, Daniella berjalan ke arah lemari katalog tak jauh dari m

t referensi dari sini." Daniella meletakkan lima buah katalo

kasih, M

a-sa

ke mana Ella? Aku

meja kerja Ella s

k masuk h

nap

g enak

sius sepertinya bis

emancing, Miss Walters. Miss Hardi ju

t deadline tersisa dua hari lagi. Bukankah setiap tahun dia adal

sudah punya ra

malas. "Seperti biasa.

a besar sang ayah. Terlebih karena semua rancangannya selalu lolos seleksi menjadi yang terbaik. Daniella tidak bisa pungkiri jika i

*

ak istirah

i ruangan tim BS untuk dibuang ke pusat sampah gedung ini. Setelah makan s

ua hari lagi, Zora." Peony menghela napas lelah. Menyandarkan tubuh pada sandaran kursi. Ia me

m. Menatap

makan sia

gar suara Peony. Ia bergerak gelis

a?" tanya

ony. Tugasku... sudah selesai," gugup Zora. Setelah meng

baik saja

pintu ruangan. Tak lama, ia mengangguk, d

dia terlihat gelisah?" Monolog Peony. Matanya

geleng. Bukankah Zor

strasi. Tak ada yang salah dengan desain yang hampir selesai dibuatnya, tapi Peony merasa ti

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY