img After That Night  /  Bab 4 Wanita Tidak Tahu Aturan | 5.19%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Wanita Tidak Tahu Aturan

Jumlah Kata:1340    |    Dirilis Pada: 03/07/2023

u. Tidak ada sedikitpun niatan dia ingin mengabaikan wan

am itu? Dia menilai jika wanita itu bukanlah wanita penghibur alias pelacur. Glenn memastikan sendiri bahwa dia yang

knya? Glenn harus dapatkan jawabannya malam itu juga. Dia tidak akan m

membawa pergi wanita itu. Wanita itu membuka mata tep

rdengar, sementara mata cantiknya mengerjap-

lenn tetap menarik ka

aku!" wanita itu member

uga, dia menyeret paksa wanita itu agar ikut dengannya. Ta

tak sanggup lagi berontak. Tubuhnya lunglai ke peluka

berubah was-was oleh tatapan bartender yang mencurigai dirinya. Seh

e kamar hotel–tempatnya menginap. Logikanya sudah mendikte untuk tidak terpengaruh

tidak nyaman. Bahkan ketika mentari pagi sudah meninggi, Glenn sengaj

sa membentak untuk membangunkan wanita it

sikan duduk. Di saat itu juga kepalanya diserang rasa pusing yang luar biasa. Suda

apannya. Matanya yang terbuka sudah membulat sempurna. Tak sedetik pun dia berkedip ketika memi

lah menangkap sosok Glenn. Dia adalah pria yang sama–yang

unya kita berbicara," Glenn menggeram

rkejutan yang membuat jantungnya hampir copot. Sebab, Rebecca ingat dia yan

as beberapa malam yang lalu. Dia memeluk tubuhnya sendiri karena taku

sinis karena tersinggung oleh Rebecca yang panik memeluk t

iduriku," Rebecca menggerutu kesal se

nehnya, ada sebuah bisikan yang menggurui Glenn. Rasanya lebih menyenangkan untuk mempermalukan Rebecca di

Glenn terkekeh mengejek dan be

karen

sempatan Rebecca untuk berbicara. "Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu? Apa yang

atkan jarak antara dirinya dengan Rebecca yang masih duduk, kemudian dia membungkuk sem

a kau tidak mau bekerjasama ... aku akan melaporkanmu ke polisi dengan tuduhan prostitusi. Silakan pilih keputusan bijak.

. Amarah dan emosi menyelimutinya di kala mendapatkan tuduhan keji tak berperasaan padanya.

uga." Suara parau Rebecca mengg

ntangku." Glenn tak mau kalah, pun tangannya semakin kenca

sudah rumit, ditambah lagi pusing yang menyakiti kepala m

angat keras. Dia berhasil melepaskan tangan Glenn yang menyakiti rahanngnya. Pun d

untuk mendorong Glenn. Beruntungnya saat itu Glenn

seenaknya menuduhku!" bentak Rebecca dengan napas tersengal seiring

ulai dari dicampakan keluarganya, lalu dicampakan calon suaminya, d

ni tanpa izin itu sudah termasuk penculikan. Kau menyakiti wajahku, itu sudah termasuk penganiayaan!" Rebecca menjeda, menunjuk wajah Glenn dengan menggunakan telunjuknya. "Dan satu hal yang

ebencian yang merendahkan. Wanita itu semakin sinis menatap Glenn, sampai-sa

p, baru kali itu ada seseorang yang berani menentang sampai memukul di

ian yang sama pada Rebecca yang takt ahu aturan. Sayangnya

rutinitas harian pada pagi hari. Yaitu mel

i hidungmu. Karena aku punya banyak uang," u

ampai pintu dibuka kasar olehnya. Dia juga tidak peduli pada keberadaan Eric yang tercengang melihatnya k

an menghampiri Glenn yang sudah duduk di sofa,

k membasuh darah di hidungnya menggu

ya Eric menegang cemas ketika me

nggapi tenang. Luka yang diberikan oleh Rebecca sangat

k mencari jawaban sendiri. Kehadiran wanita asing yang berpapasan di

i?" Eric percaya diri pada tebakannya. "Jika

ta gila itu," titah Glenn melarang

tkan jawaban yang menekankan. Yang dilakukannya ha

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY