img Jadi Istri Duda  /  Bab 4 MEMBALAS LEBIH | 11.11%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 MEMBALAS LEBIH

Jumlah Kata:1792    |    Dirilis Pada: 05/07/2023

klien itu. Dia melayani bersama beberapa pekerjanya dengan cekatan dari memilih bahan di gudang kain yang dia miliki hingga me

beberapa pekerjanya yang membantu dirinya untuk melayani klien tadi. Belum lagi dia juga harus memantau perkembangan

Erika. Tentu saja untuk mengapresiasi kerja sama yang baik antar pekerjanya tadi. Itu sudah menjadi bagian dari kebiasaan Juwita sa

m makan dari tadi,"

nyimpen baju klien yang biru payet itu, loh. Terus nanti jam tujuh malam kayaknya bakalan ada yang fitting baju kondangan warna maroon yang kemarin Sabtu. So, m

adalah salah satu pekerja yang paling la

sepuluh malam udah tutup. Kalau ada rombakan atau permintaan perubahan dikit dari klien, nanti kamu yang tangani, ya, Er. Kamu ta

asih banyak, ya." Dia melambaikan beberapa lemb

menyeringai, menggoda. "Hmmm, tadi bilang apa, cayang

cih,

lera humor mereka hampir sama. Juwita pun beranjak dari dudukn

ya sekarang adalah ke rumah sakit. Meskipun sangat disibukkan dengan pekerjaann

sana untuk menjaga sang ayah. Melihat pemuda itu sangat sayang dan mau menghabiskan waktu untuk merawat orang tuanya, membuat di

juga benar. Jamal terkena radang usus buntu. Dengan persetujuan yang telah disepakati oleh mereka tempo lalu, Jama

entang keadaan Jamal. "Pak Jamal ini juga gizinya buruk, Kak.

kembali sehat wal afiyat. Utang budiku besar, Ri. Bayangin aja Mama Papaku kayak gimana kalau aku enggak ditolong sa

tertawa, teringat dia berdebat dengan Hellen tentang menguras isi dompet Juwita. Dia tidak setega itu juga kali. Apalagi saat melihat betapa baiknya Juwita memberikan har

annya selesai, dia segera menuju rumah sakit. Tidak lupa dia sela

. Dia sudah hafal kamar yang biasa digunakan oleh sahabatnya itu. Pun para dokter yang lain juga kenal baik dengan Ju

ada di kamar VIP biasanya." Juwita memberikan bungkusan

mencapai lantai empat. Langkahnya mantap di atas sepatu hak tingginya. Senyumannya juga terpatri di wajahnya.

mengajak bicara Jevano si pendiam itu. Pun dia juga sudah merangkai kalimat untuk membujuk Jamal agar dia masih diperbolehkan

a. Baru saja pintu geser itu sedikit terbuka, dia bisa mendengarkan percakapan antara dua orang yang ada di sana. Dia yak

sih tidak boleh banyak bergerak pasca operasi. Lukan

Sudah daftar di sekolah yang Ayah kasih

ggeleng. "

it itu. Banyak yang bisa kamu raih di sana, nak. Fasilitas untuk menge

udah enggak kerja berapa hari? Kalau aku masuk ke sana, Yah, bisa-bisa kita enggak punya apa-apa lagi buat hidup."

bisa masuk ke sekolah yang kamu inginkan. Sekarang, Ayah sudah menyiapkan uang dan tabungan untuk sekolah kamu, Jevano.

. Dulu aku enggak mikir keadaan Ayah, keadaan kita. Sekarang aku bisa, kok, ngembang

enahan amarah. "Kalau begitu, kamu bakalan butuh biaya tambahan, Je

hwa dia bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri pun pasti

kamu butuhkan. Biarkan Ayah menebus yang dulu itu. Ayah juga ingin melihat kamu lebih berkembang lagi." Jamal memegang d

mau membanggakan diri di depan Ayah. Tapi, kamu juga enggak tega sama keadaan Ayah sekarang. Ayah paham. Cuma, tolong bantu Ayah biar e

a Jevano menetes. "

kehangatan bagi pemuda itu. "Lihat kamu sekarang jaga Ayah di sini juga bikin Ayah sedih. Seha

di tempatnya. Kepalanya kembali dibelai oleh san

besar. Hampir enam belas tahun. Dan selama lima belas tahun hidupnya bersama Jevano, dia merasa b

buka. Hal itu membuat Jamal semakin bertekad untuk cepat sembuh dan

or. Setelah Ayah sembuh, Ayah akan bekerja keras untuk mendapatkan uang lebih bia

ipun dia juga sedang merasakan sakit di dadanya. Tidak, dia tidak mempunyai

Ayah harus berbohong." S

erkali-kali. Dia tidak jadi masuk dan malah mendengarkan percakapan antara ayah dan anaknya it

anggu. Dia masih mempunyai adab untuk tidak merusak suasana di dalam ruangan itu. Dia mem

semakin kepikiran tentang kehidupan keluarga kecil itu. Malang sekali nasib mereka. Satu hal yang membuatnya terbebani; karenanya, Jamal

gaimanapun secara tidak langsung, dia juga menjadi alasan atas nasib keluarga ya

terbaik untuk membantu den

img

Konten

Jadi Istri Duda
Bab 1 PRIA PENYELAMAT
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 2 RUMAH SAKIT DAN PERMINTAAN MAMA
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 3 BUKA MATA BUKA HATI
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 4 MEMBALAS LEBIH
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 5 MENIKAHLAH DENGAN SAYA
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 6 MENIKAH DENGAN DUDA ANAK SATU
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 7 TANPA RASA
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 8 PAKET LENGKAP
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 9 BERSAMA KELUARGA KECIL
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 10 AWAL PENDEKATAN
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 11 RENCANA JALAN
05/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 12 PAKUWON MALL DAN STAY COOL
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 13 NOMINAL YANG GILA
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 14 KEBUTUHAN
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 15 MAU MELAMBAI KE KAMERA
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 16 PASANGAN BUCIN DAN JEVANO JOMLO
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 17 RUMAH BARU
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 18 TELAT
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 19 HARI PERTAMA
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 20 KAWAN BARU
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 21 AWAL YANG MEMBAGONGKAN
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 22 MAKAN MALAM
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 23 BELAJAR MASAK
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 24 FULL TANK
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 25 PERJUANGAN MASAK JUWITA
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 26 MASAK BERSAMA
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 27 PERCAKAPAN KENYAMANAN
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 28 CAPJAY
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 29 MENGABAIKAN JEVANO
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 30 PERCAKAPAN MALAM
07/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 31 Siap-Siap Jalan
17/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 32 Pulang Malam
17/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 33 KEPIKIRAN JUWITA
17/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 34 BEKAL DAN KESAL
17/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 35 TEMAN ATAU BUKAN
17/07/2023
Jadi Istri Duda
Bab 36 KERJA DAN JADWAL
17/07/2023
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY