img Tiga Ranjang Suamiku  /  Bab 6 Apakah Memang Dia | 4.96%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Apakah Memang Dia

Jumlah Kata:1185    |    Dirilis Pada: 11/07/2023

epadaku. Aku pasti melupakan lipstik ini. Tentu saja aku memiliki lebih dari satu. Saat itu Mas Farus membelikanku sebagai hadiah pe

memang aku benar-benar sedikit terkejut. Lipstik itu sudah dipakai oleh seseorang. Jika m

pel di jaketnya. Hmm, sedangkan rambutku berwarna hitam. Ya, aku sama sekali tidak pernah

menunggu di bawah. Ibu Melisa,"

teki ini. Aku benar-benar membutuhkan bantuannya. Hanya dia yang bisa membua

di kamar. Ada hal penting yang harus aku bicarakan

dari kamar. Mbok Sri benar-benar terkejut melihat tingkahku. Di

i takut, Bu," ucapnya sambil menepuk-nepuk dadanya, lalu menggeleng

u benar-benar membutuhkannya," ucapku kembali sambil terus mendorong tubuhn

u saja diberikannya dua bulan lalu saat ulang tahun pernikahan kami. Lisptik ini selalu aku simpan dengan baik. Bahkan aku selalu membawanya ke mana pun. Barang ini adalah pemberian Mas Farus ya

ukankah dia sudah kembali?" ucap Melisa tiba-tiba masuk ke dalam kamarku. Dia mendekatiku. Lalu menar

ini. Apa mungkin di saku jaketnya, atau di mana?" tanyanya samb

i sofa dan duduk sambil menyandarkan kepalaku ke sandaran. Melisa pun menar

jangan berpikiran macam-macam," gumamnya kemudian meletakkan lipstik it

atapnya dengan tajam. Kemudian aku mengamatinya. Entah kenapa aku merasakan sesuatu ya

ikit dengan membentak, sambil menje

ri duduknya. Aku segera menahan lengannya, lalu menarik. Melisa kembali duduk tepat di sebelahku. Kenapa aku harus berpikiran seperti itu? Hah, tidak mungkin. Melisa adalah sahabatku. Dia tidak m

alu. Aku hanya memilikinya satu. Harganya sangat mahal. Bahkan, merknya saja berasal dari Paris. Tapi aku melihat lipstik ini ada di saku jaketnya, dan sepertinya sudah dikenakan oleh seseorang.

ak ingat, kemarin kau memakai jaket ini. Mungkin saja suamimu membelikan dua dan kau tidak sadar. Ayola

ahkan aku sudah salah sasaran. Menuduh Mas Farus pergi dengan dokter muda itu. Tapi, ternyata tidak," batinku sambil melirik jam dinding. Kini aku sadar.

n undangan dokter muda itu. Melisa segera meneri

segera mengganti pakaianku, kemudian mengambil tas beludru berwarna hitam yang biasanya aku kenakan. Kemudian memakai sepatu

erjalan mendekati Melisa dan mena

han itu. Mana mungkin aku berangkat ke sana

sekali!" teriak Melisa m

i cukup kencang, hingga dalam sekejap aku sampai di sebuah gedung pernikahan. Banyak sekali ta

ah, aku benar-benar lupa. Untung saja dia membawanya. Dengan cepat aku mengambil beberapa lembar uang ratus

mengambil souvenir. Hingga aku san

is dengan rambut yang aku temukan di jaket Mas Farus. A

ambutnya memang sama dengan rambut yang kau temukan tadi, saat

n menuju ke atas panggung. Aku harus menanyakan secara langsung kepada wanita itu. Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini, wa

, jan

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY