img SEBUAH PENGAKUAN  /  Bab 1 Sebuah Pengakuan | 1.56%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
SEBUAH PENGAKUAN

SEBUAH PENGAKUAN

Penulis: Mastuti Rheny
img img img

Bab 1 Sebuah Pengakuan

Jumlah Kata:1435    |    Dirilis Pada: 17/07/2023

tak kunjung membaik. Tatapanku tak juga beranjak dari wajahnya yang masih pucat, hingga kemudian kurasakan seseorang menyentuh lembut pundakku. Aku sege

" tanya Hanin, wanita yang tela

an ia menjawabnya deng

pulang dulu, biar ganti

sih, aroma lembut melati langsung menguar dihidungku. Harum t

ntor nanti, mas mampir dulu ke ru

kan, lalu kamu sendi

nanti aku makan di ka

kku yang mengundang hasratku untuk mengecup

rsemu merah setelah aku menciumnya tadi. Hatiku

*

ang merupakan peninggalan dari kakek buyutku yang dulunya adalah seorang juragan sayuran di pasar induk yang juga menjadi tempat ibu mencar

telah membesarkan aku dengan penuh cinta itu. Sesaat aku memilih beberapa pakaian yang akan aku bawa untuk baju ganti baju namun kemudian mataku tertumbuk pada sebuah kotak kayu denga

cil, juga beberapa tumpuk surat juga kartu pos dan surat wesel yang di bendel menjadi beberapa bagian. Penemuan ini sungguh mencengangkan bagiku, bila mengingat sosok ibu yang beg

alu hidup dalam keterbatasan sebelum aku menjadi seperti diriku yang sekarang, padahal

yang aku lakukan juga ungkapan rasa rindu yang menggebu. Semua surat itu berasal dari satu nama pengirim yaitu "Prasetyo", yang kutahu hanya satu nama Prasetyo dalam kehidupan ibu dan orang it

menjeratku dalam kebingungan saat aku membaca alamat pengirim dari semua surat dan wesel ini yang ternyata berada di New York di kawasan elit Manhattan. Ra

mua pada tempatnya semula lalu kututup pintu almari. Kemudian aku bergegas pergi ke rumah sakit, menemui ibu yang masih ta

*

a. Saat ini aku bisa bernafas lega setidaknya aku tak perlu lagi mencemaskan keadaan ibu jika kemudian aku harus meninggalkan beliau untuk menunaikan tugas belajar ke luar negeri. Sebelumnya aku memikirkan banyak

bu nampak berat melepasku, aku berusaha menegarkan hatiku sendiri. Ibu terus menatapku dengan mata sayunya. Entah mengapa aku merasa ibu memendam sebuah kekhawatiran yang mencurigakan, me

ta. Ini adalah perpisahan pertama bagi kami. Dua tahun menikah kami selalu bersama, aku sungguh tak k

u," bisikku lem

Kemudian ia mengulas senyumnya, wajahnya mulai menyaj

ucap istri cantikku itu yang seket

k pundak ibu seraya menyuguhkan senyum.

aik seperti selama ini. Ibu hanya berpesan satu hal jaga diri k

bu," ucapku santun sembari kuraih tang

n badanku dan melangkah memasuki bandara untuk mengejar pesawat

*

nyaris tak bisa kutolerir. Aku bergegas memasuki taxi yang telah menjemputku didepan bandara yang kemudian akan mengantarku ke hotel yang telah kureservasi d

dan membiarkan ibu berjuang sendiri membesarkan aku. Meski mungkin kebencian turut mengi

ketika Central Park West apartement telah tampak dihadapanku. Setelah berada didalam gedung aku segera memasuki lift untuk bisa sampai ke lantai teratas. Semakin dekat langkahku menuju kamar apartemennya jantungku berdegup semakin kencang mengiringi rasa penasaranku yang semakin membuncah. Namun saat tiba didepan pintu apartemennya, untuk sejena

nya wanita berambut

bisa kucegah mencari sebuah kesimpulan bahwa wanita ber

ia. I am Bagas Permana his son, may I se

warna peach itu menyergapku dengan pandangan penuh selidik. Aku semakin dibua

nyaku kembali karena ia

ya tergagap sembari meremas-remas sendiri jari lentikn

atapnya lekat dengan di

tegasnya lebih lugas s

uk mengakui wanita cantik ini adalah ayahku. Pengakuannya telah mampu menjatuhkan aku ke ju

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY