img Godaan Maut Ipar dan Mertua  /  Bab 3 Mertua Kharismatik (3) | 5.08%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Mertua Kharismatik (3)

Jumlah Kata:1200    |    Dirilis Pada: 26/07/2023

ap sekujur tubuhku. Aku selalu membiarkannya sambil berpura-pura tak sadar sedang diperhatikan,

engekspresikannya atau bahkan meladeni sinyal-sinyal kuat yang senantiasa kutunjukan padanya. Dan akibat dari kegilaan itu

terasa nyata, Namun sayang suamiku semakin lama semakin mengecewakan. Sebenarnya Mas Panji tidak berubah tetap perkas

ak lagi bisa memberikan kepuasan sebagaimana yang aku inginkan. Aku ingin diperlakukan lebih kasar, binal dan

uh lebih binal lagi di depan ayah mertuaku agar dia semakin yakin jika aku memang sangat ingin disetubuhinya. Rupanya kode keras

an pendiriannya. Aku benci dengan lelaki yang terlalu sok munafik seperti itu. Aku suda

ng kubayangkan selama ini. Aku ingin segera membawanya masuk ke dalam de

erdeksi oleh siapapun. Tidak pernah menimbulkan kecurigaan bagi ibu mertua juga suamiku. Aku dan ayah mertuaku

mengagumi tanpa berani bertindak, padahal tingkat kenekatanku sudah semakin jauh. Aku pun terus memeras otak agar bisa menemukan f

nnya. Pak Dhalan benar-benar hanya sampai mengagumiku tanpa berniat berbuat lebih jauh dari itu. Aku pun segera mengurangi seg

nya tinggal harapan. Namun ternyata upayak

amun beberapa minggu berikutnya otakku kembali terganggu. Terus berpikir menyusun rencana bru dan meng

dan menaklukkan ayah mertuaku yang soleh dan kahrismatik ini. Jauh lebih susah dibandingkan menaklukan kepala sekolah SMA-ku dulu. Sun

ari enggan untuk menampakkan sinarnya. Angin kencang menggoyang daun-daun kering yang ta

s Panji saat dirinya sudah siap berangkat kerja.

ng tangannya. Mas Panji pun lalu memeluk kepala dan mencium keningku. Hal ruti

bahan berwana cream serta sepatu hitam dan tas kerja kulitnya semakin menambah ketrendyannya. Mas Panji sejak dulu ter

epasakan tangannya dari bongkahan pantatku. Aku yakin Pak Dahlan yang sedan

memuaskan hasrat seksualku itu kembali mengecup pipi dan bibirku.

n, dia biasanya akan terus menggodaku. Entah mengapa sekarang aku menjadi merasa r

u keluar." Pesan Mas Panji yang tidak pernah berubah, setiap hari mengingatk

esan terakhir saat Mas Panji sudah duduk di belakang k

h seksi dan minim. Pak Dahlan sedang menonton acara kegemarannya di televisi dan ketika dia sedang

Setelah berada dalam kamar, aku berjalan mondar-mandir dengan harapa

mulai memperhatikan kesibukanku di dalam kamar. Bibirku tersenyum

si yang lebih gila dalam menggodanya. Ini akan menj

terbuka. Lalu aku membuka daster pendekku yang basah karena sengaja saa

lakukan dengan gerakan yang benar-benar lambat, layaknya gerakan slow mostion di film-f

idak lantas meletakkannya di tempat

merkan tubuh bagian belakangku yang hanya tertutup celana dalam dan beha pada a

dan keindahan tubuh setengah telanjang

melihat sekujur tubuhku dengan leluasa dan aku tetap berpura-pura tidak tahu. Aku sangat

mana ekspresi wajah ayah mertuaku saat bisa meli

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY