img Godaan Maut Ipar dan Mertua  /  Bab 7 Mertua Kharismatik (7) | 11.86%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Mertua Kharismatik (7)

Jumlah Kata:1043    |    Dirilis Pada: 26/07/2023

ng di lantai kamar mandi dengan vagina yang mengarah frontal ke lubang kunci. Kulebarkan kedua kaki j

orong jari-jemariku lebih gencar lagi, dan berusaha menunjukkan pada ayah mertuaku jika aku adalah wanita yang benar-

. Oooh menantumu ini akan muncraaat Pak Dahalaaaaan, aaaah ssst...." Ter

elijangan. Tubuhku mendadak lemas tak berdaya. Empotan daging vaginaku terasa begitu ke

gah-engah sambil sejenak istirahat, menggeletakkan badanku di dinginnya lantai kamar ma

pintu kamar mandiku. Ayah mertuaku masih setia mengintipku dari situ. Dan ketika aku mel

menetes turun dari balik pintu kamar mandi. Dan setelah se

!' seruku

alah sperma ayah mertuaku. Benar dugaanku Pak

ng dia peroleh jika bersetubuh denganku. Mendadak, aku ingin sekali

turnya ketika sperma itu berada di dalam mulutku. Aku ingin merasakannya dan aku memutuskan untuk menangka

ras-keras ke arah lubang kunci kamar mandi. Dan benar, sepe

terdengar suara pantat terduduk mirip suara orang yang terjengkang. Lalu dengan buru-buru, aku selesaik

ndi terbuka, aku tak meli

i dia pergin

enal. Aroma lendir lelaki yang berasal dari pintu kamar mandi. Dari luar pintu kamar mandi, aku da

an ujung jari telunjukku, aku usap lendir yang menempel lengket di pintu kama

riku. Kembali aku cium lendir kental yang ada di ujung jemariku,

adalah asin.seliar-liarnya permainanku dengan Mas Panji belum pernah me

an ujung jari yang berlumuran sperma ayah mertuaku itu ke dalam mulutku. Seolah kesetanan, berulang kali ak

menyembur langung dari rudalnya dalam mulutku," ucapk

sosok ayah mertuaku. Ternyata setelah aku akan berjalan menuju kamar tidurku, aku menda

ikuk dan canggung. Ada perasaan bersalah setiap kali aku harus memandang atau pun bertegur sapa de

h gitu?" tanyaku dengan berani, s

anyaanku, tapi kemudian dia tersenyum sam

bisa keciprata

mar mandi," jawabnya santai sambil menatap

ayah tadi ada di

k jug

h begitu dan kesembur ai

ena kamu masih mandi, ayah tungguin di luar. Tapi kok setel

nggosok badan biar bersih

amu merintih-rintih di dalam kamar mandi, seper

tahu harus menjawab apa. Tiba-tiba otakku ta

ah tahu. Lagian ayah juga

puas ken

anya tersenyum sambil meneruskan membersihk

, entar kalau nggak buru-buru ganti, kamu bisa masuk angin lo

mata ayah mertuaku. Dan dari perhatiannya, aku merasa jika dadaku

ung, malu, semua emosi bercampur menjadi satu. Aku benar-benar telah jatuh ci

tau semua ini hanya

ahl

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY