img Kompilasi Cerpen Dewasa  /  Bab 3 Pemilik Kost yang Perkasa (part.3) | 0.62%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Pemilik Kost yang Perkasa (part.3)

Jumlah Kata:1162    |    Dirilis Pada: 23/09/2023

an menuju ruangan kerja Om Simon. Dia telah merencanakan momen ini dengan cermat, berharap dapat mendekati pria yang sangat d

embuat Om Simon tersenyum. Saat dia menggenggam gagang pintu ruangan, ha

om lagi nih," kata Lisa dengan senyum mani

kumen, mengangkat pandangannya dan tersenyum. "Te

untuk memulai percakapan dengan santai. "Bagaimana

cukup sibuk. Tapi sekarang saya merasa lebi

lu-malu. "Saya se

isa berusaha menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Om Simon. Dia ingin tahu lebih b

yak penghuni kost yang terpesona oleh om. Bagaimana

aya selalu berusaha untuk menghormati dan peduli pada setiap penghu

tkan, "Apakah om pernah memiliki hubungan khu

penghuni kost. Tapi tentu saja, ada penghuni yang lebih dekat daripada yang lain." Padahal om Simon ini m

ingin memperdalam percakapan itu. Namun, dia me

ertarikan di antara mereka. Lisa melihat cara Om Simon tersenyum padanya dan merasa

eka, Lisa menjalankan rencananya. "Om

"Saya pikir tarian adalah bentuk seni

a suka menari. Dan sebenarnya, sa

r biasa! Apakah kamu bisa menunjukka

Tentu, Om Simon. Saya bisa menunjukka

gerakan Lisa. Dia tidak pernah menduga bahwa Lisa adalah penari yang begitu berbakat. Belum lagi lenggak lenggok pantat yang semok mili

aat menari. Lisa tau persis kalo om Simon mulai terangsang karena sekil

epuk tangan meriah. "Lisa, kamu sungguh lu

. "Terima kasih, Om Simo

rhasil mendekati Om Simon lebih dari sebelumnya. Meskipun dia masih belum yakin apakah pria itu

nya dengan senyum di wajahnya. Dia tahu bahwa dia merasakan sesuatu yang istimewa dar

ereka sering berbicara di ruang kerja Om Simon, dan setiap pertemuan mereka menjadi semak

hnya. Dia membawa beberapa makanan ringan dan minuman favorit Om S

tersenyum, "saya membawa ca

yum dan mengatakan, "Kamu benar-benar

dan tawa. Semua terasa sangat alami, seolah-olah merek

at untuk mendekati Om Simon. Dia menatap matanya dengan penuh

t, "saya merasa kita semakin dekat setia

erasa hal yang sama, Lisa. Kamu terli

eka. Mereka ingin mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka harus berhati-hat

membalas dengan menggenggamnya erat. Mereka merasa begitu dekat satu

g bisa mengenal Om Simon," u

-sama, Lisa. Kamu adalah salah satu ha

emakin dalam satu sama lain. Mereka merasa bahwa hubungan mereka adal

akan menjaga hubungan mereka tetap rahasia dari orang lain. Mereka ingin melanjutkan kemesr

Lisa dengan suara lembut. "Saya

a tidak akan melupakan ini, Lisa. Kit

an dengan penuh rasa s

kamu besok mau gak kalo om ajak ja

dengan senum mengembang karena telah membayangkan ia aka

pantai yuk!" ajakan om Simon itu mem

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY