img Hasrat Liar Polwan  /  Bab 2 Hasrat (2) | 1.35%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Hasrat (2)

Jumlah Kata:1580    |    Dirilis Pada: 17/10/2023

erimen seperti tidur telanjang untuk menyalurkannya, namun hingga detik itu aku masih belum tah

bareng yuk] Bunyi pesan Bryan pa

, kantor libur, jadi gak terbur

boleh request g

t apa y

e kaos merah ya

kenap

senaeng aja kal liat

k Mbak pake b

k jam lima ditunggu ya

a? Gak kepag

udah rame kok

ah di situ, awas kamunya janga

Koma

engenakan pewangi tubuh, aku berangkat menuju stadion dekat asrama tepat jam lima pagi.

ru Bryan menyambutku di parkiran.

a mbak udah mau ngepush kamu. tapi in

ada yang Bryan mau

daerah kami yang berlaga di divisi 2. Tribun penonton yang kosong. Lampu sorot yang berf

n mengajakku ke sebuah sudut

u?" Kataku dengan nada tegas karena naluri polisi yang le

isa bonyok nantinya. Apalagi kalau dipenjara takut

a!!! Atau mbak panggil temen-temen mba

buat Mbak," kata Bryan sambil menyodorkan satu bung

apa ini? kamu baik sekali

Mbak kadony

Sudah lama aku memendam rasa iri ketika ada hari valentine, para pasangan sal

ya ketika melihat kado ini adalah sebuah kalung emas berbandul

ahal. Kamu yaki

atuh cinta sama Mbak, kalung sama coklat itu ha

ataku sambil sedikit meniti

minta Mbak pake baju merah ini biar leher Mabak

itu romantis dirinya untuk membuatka terdiam ketika tangannya yang kokoh mengalungkan sebuah

h bahkan tanpa perlawanan ketika Bryan mulai memelukku dan langsung mendaratkan ciuma

i, saat-saat dimana bibir kami saling bertemu, saling menghisap, saling menjilat. Dengan lihainya Brya

anan Bryan memegang kepalaku dengan lembut, untuk kemud

k kemudian memagut mulutku dan kami kembali tenggelam dalam perci

erlahan mulutku dan mengundang lidahku untuk saling berbagi cairan kenikmatan. Dengan ragu

nnya tetap memeluk tubuhku tanpa beranjak kemana-mana. Perlahan lidahku dikulum

kemudian berbisik di telingaku, "Mbak percaya sama

adam karena malu. Anggukan mungkin jawaban terbaik yang bisa kuberikan

ion. Dalam posisi ini Bryan langsung menyusur pori-pori leherku. Menghirup aroman

emudahkannya mencium dan menghisap keindahan leherku. Posisiku saat ini mendongak samb

Hanya itu yang dapat

an syahwat yang mendesak keluar untuk dipuaskan. Tangan kanan Bryan mulai bergeri

aran dan wajah yang merah padam ingin dipuaskan. Bryan tersenyum me

ng begitu bergairah. Dengan perlahan Bryan memasukkan kedua tangannya

meletakkan tanganku untuk memegang besi

s, ditambah balutan baju ketat merah, Bryan secara perlahan mulai menemp

di sekiitar putingku yang telah mengacung tegak. Kupegang erat besi yang a

menyemburkan cairan yang membuat semua tubuhku bergetar, darah seperti sampai di

ru memainkan putingku dari luar. Bryan memelukku er

i kembali geriliyanya terhadap tubuhku deng

mabuk kenikmatan," bisiknya. Kuturuti permintaannya. mungkin benar ka

oma Mbak membuatku tergila-gila," katanya untuk kemudian dengan r

dahkan wajahku ke langit-langit sambil men

naku sudah terlepas meninggalkan cd warna merah yang masih melekat menjadi pertahanan terakhirku. Bryan menyentuh pahaku sebelah lua

an. Mbak ma

rcaya aja sama Br

saja jangan lihat

a M

ami saling berpagutan mesra. Aku masih berdiri hanya deng

ciumi dia di bibirnya dengan sedotan-sedotan dan permainan lidah yang membara . Di tengah pagutan itu, tangan B

ahnya sambil naik menaik turunkan tangannya membe

cintai dan rasanya begitu luar biasa. Kulepas ciuman kami, dikarenakan desakan rangsangan dari ba

ak Tantri, kamu

tangan Bryan yang masih di vaginak

k vagina dan meledak di sana. "Oooooow nikmatnya." Begitu nika

ditahan nikmati sepenuhn

ya, pikiranku seolah sud

egangan palang dan terjatuh di pelukan Bryan, "

b Bryan sambil

banget

Mbak?"

Kenapa bisa senik

ikmatan buat Mbak, yang pent

ali meng

ama Bryan. Tentu tidak ada olah raga hari ini. Lututku kopong seperti kehilangan kekuatan. N

*

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY