img Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan  /  Bab 7 Napas Kelegaan | 4.17%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Napas Kelegaan

Jumlah Kata:574    |    Dirilis Pada: 18/10/2023

ertubuh langsing mendekati keberadaan Pinto,

ana, Sar?" tanya Pinto

uduki kursinya.

g Pinto. Degup jantungnya yang semula kencang, k

mbar. "Saroh lagi ngadepin urusan cewek.

roh," panggi

panggil Ardan meno

Saroh ceritain kisah asmara Sis

dengan permintaan Pinto. Seperempat menit dia

apkannya sebuah kata yang menggu

mi. Aku nggak boleh sembarangan pilih suami. Papa aku pengin suami aku bisa jaga kehormatan sama

. "Kamu nggak memprotes tuntutan papa

isa dapetin cowok yang sesuai kriteri

teria papa kamu?" lagi, Pin

u. Mama aku juga suka sama Arung," tutur Saroh. Ia

bagus. Dia juga sukses mendapatkan restu pa

mengungkapkan, "Itu alasan aku pacaran sama Arung. Selain pintar

aring, ditambah manggut-manggut. Namun

bapak Mas Pinto ketimbang papa aku," Saroh melisankan pemikirannya. Dia menganggap

ndisi yang dirasakannya berbeda

suatu saat nanti, bapak Mas Pinto pasti punya tuntutan itu. A

berharap bahwa pemikiran Saroh hanya ada di logi

h menjadi kenyataan, kesusahannya tentu meningkat. Kehidupan percintaannya kian r

emilih ketiadaan status yang menempel pada dirinya. Bukan karena memusuhi statusnya, m

an ...," Ardan berlagak berkomentar.

sebut Norma mendukung komentar Ardan. "Targetnya tinggi

an ketidaksetujuan. "Emang kalian bukan anak orang gedean? Emang beban kalian ng

aan. Cukup keras suara tawa mereka berdua

berdua. "Ketawanya dijaga, dong! Ini restoran, bukan pasar!

tawanya. "Maaf, Sis Saroh.

ahut Norma disertai pen

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY