img IDENTITAS LAIN NYONYA BRUNO  /  Bab 4 Bruno dan Jhon bersitegang | 6.67%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Bruno dan Jhon bersitegang

Jumlah Kata:1052    |    Dirilis Pada: 10/11/2023

Nana. "Gimana, Na? Kamu setuju me

t jauh. Coba kamu lihat sekali lagi." Dia menggerak

tanya Nana saat Lila s

ila semaki

. Dia meraih tangan Braja dan

mu, sebentar lagi dosenny

auhi kelas sambil memega

nsejajari langkah Nana sambil mema

sahutnya den

oh. Terus nggak lulus-lulus.

ek tuh. Bikin kuliah

Mereka saja yang tidak tahan

ndang kakeknya secara intens. "

tidak berbuat salah. M

anggumi cowok ganteng, macam kakek

dari ujung rambut hingga kaki. "Kakek tuh sud

dengan tangannya. "Aku berusia delapan belas tahun. L

?" dia semakin mengerucutkan bibi

Puspita. Kamu sudah meninggalkan aku berpuluh-puluh tahu

berteriak kala gadis itu sudah m

, Kek!" dia berlari k

iul kencang saat melihat gadis cantik

g membelakangi membuat dia tidak bisa meli

gang sempit di seberang jalan

pa B

. Dia berlari

sana kan, tidak ada ja

hat gadis itu masuk gang sempit

ewa kemarin mengatakan kalau disitu jalan bun

Na

yang la

si P

, be

knya. "Kita kesana, yok. Aku akan bukt

uang seratus ribuan di meja sebelum mengajak

. Mereka mengedarkan pandangan ke seluruh su

panas di mulut gang. Mereka tidak menggubris kedatangan Jhon

ang. "Find a room, will you!

s! Urusi saja urusan kalian sen

rah. Dia menujukan tanda '

. "Sangat memalukan menjadi bagian

. Aku tidak akan

tidak mungkin kamu nanti lebi

enemukan belahan jiwaku, aku tidak

meninju lengan saha

sini." Jhon memindai sekel

sah. "Tapi aku tidak mungk

n menemanimu

n." Dia merangkul pundak Jhon. Meng

egelapan, ada ruang lapang ber

sedikit pun. Hanya suara jengkerik

nya. Saat menoleh ke belakang, cah

a atau pun bangunan yan

mel Jhon. Dia menoleh ke samping.

idak mau mati penasaran

l rasanya. Tapi kita tidak men

ksudmu,

daknya melihat bayangannya." Dia melihat lurus ke depan. "See, jalan ini han

benar,

atau ada pintu rahasia dibalik dinding-dinding

ang dengan tatapan mengeje

ngan tanah di sebelah sini." Dia menginjak

ghampiri saat melihat ger

an ke anehan

. Bahkan dia menempelkan satu teling

ampuan mengendusmu, sobat. Jangan bilang gegara g

Jhon. Sejak aku datang ke pulau

au musuh-musuhmu melaku

. "Tidak mungkin kakakku tersayang, in

nson, kan? Dia selalu punya seribu satu c

an menakut

sangat mengejek. "Bruno Col

engkel, Brow. Mau kuti

u. Mau menemaniku latihan, sobat?" Jh

hal yang sama. Bahkan dia sudah memasa

rang. Mengintip kelemahan lawan. B

pelipis Bruno. Tetesan darah

berulangkali, menjaga mat

ke arah Jhon. Dia yang tidak s

rdiri, hendak

ngotori tempat suciku!" ben

ung menoleh. "Hei, darimana

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY