img Mantra Cinta  /  Bab 4 Chapter 4 | 12.90%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Chapter 4

Jumlah Kata:1956    |    Dirilis Pada: 15/11/2023

r-benar hujan. Ujian pra

ch : @eu

alu. Ia baru sempat dan ingat membukanya akibat

etulan lai

ginya. Belum lagi kemunculan Galan kemarin yang seakan mengabulkan permintaannya

progres iklan se

tombol huruf D sebagai jalan pintas menutup jendela perambannya yang sedang memb

nya. "Tim editing sudah menyerahkan hasilnya. Rencananya mau

sampai di meja Tasya, tetapi juga telah berdir

bahwa ia akan salah tekan dan berakhir menampilkan kekonyolan tweets y

t. Namun isi iklan tersebut padat akan identitas produk, pemilihan warna agar produk menjadi

buhnya agar bisa sejajar dengannya yang sedang duduk. Tak lain adalah agar bisa menonton video iklan tadi secara jelas.

ngatlah panjang dan lentik. Gila, bahkan jika aku memoles beberapa kali bulu

njadikan Tasya tidak sadar bahwa bosnya itu telah memic

an selama tiga bulan terakhir?" tanya Albiru kemud

uk mencari laporan yang sebenarnya telah dikebut untuk dikerjaka

n yang masuk saat aku cuti," kata

mulai membaca laporan itu. Wajahnya tampak serius dan membuat kar

aku ingin kau mengklasifikasikan iklan yang masuk itu berdasarkan jenisnya

ditulis Tasya baru

ulang Tasya mengetahui jumlah hal

as singkat Albiru,

nyatanya harus terulang kembali. Meski mengerjakan kembali laporan itu tidaklah berat

ngat

lah cuti dari Pak Alb

cuti melahirkan langsung dihadapkan pada pero

bahwa sifat Albiru tersebut bukanlah hal yang baru. Ia juga mengetahuinya, namun setid

ahwa pekerjaan sempurna bukanlah segalanya," gerutu

ita yang berani mengerjar sang bos. Apalagi kalau sifat perfeksionis dari pria itu. Karyawan wanita Derling menganggap sosok Albi

apan bahwa mungkin sifat dan sikap Albiru akan berb

ncari makan siang di luar kantin kantor. Hitung-hitung mencari suasana dan menu ma

pir jam satu," celetuk Ta

h lewat jam dua belas. Tenang saja, telat sedikit nggak bakal kena pecat. Kan Pak Albi juga ada

egera menemukan restoran yang mereka cari, yaitu sebuah warung bakmie

n berasal dari ponselnya. Ia menoleh dna mendapati Dinaya telah memelankan mobil, lalu

al

pakah

Jangan banyak gerak! Aku men

bibir Dinaya begitu cepat,

lihat raut wajah Dinaya y

masih SMA mengalami kecelaka

"Itu gawat, lalu bagaimana keadaanny

ya baik-baik saja. Katanya cuma lecet di bagian lutut, kurasa dia takut ibuku

pi tetap harus ke rumah sak

egitu," balas Dinaya lalu m

pa

. Lebih baik aku saja yang pergi dan kau bisa menyampaikan izinku

sya terdiam sejenak. "Ka

saji, kau mau singgah di situ saja? Lumayan dekat dengan kantor juga

kepalanya. "Ya, sepertinya ayam goreng dan

yampaikan izinmu kepada Pak Albi nanti," u

n siang dengan kes

ngan. Setelah memastikan mobil Dinaya telah berlalu pergi, Tasya juga mulai memasuki restoran cepat saji

eguk salivanya. Aroma dan rasa lapar adalah penggoda terbaik dalam keadaannya saat ini. Namun betapa terkejutnya Tasya ketika mulai melang

k A

pertinya tidak menyangka kehadira

bukan tidak tahu malu, tetapi rasa terkejutnya membu

lalu memisahkan kulit ayam dengan dagingnya. Bagi Tasya, kulit ayam berbalung tep

acam, juga ritual makan wanita itu. "Tidak juga. Cuma aku sudah lapar

, Pak Biru." Ia reflek menutup mulut dengan sebelah tan

nya melonjak bahagia, karena siapapun yang meneleponnya saat ini. Maka orang i

elihat nama Tisha, ada perasaan terkejut karena biasanya saudari kembarnya itu lebih suka mengirim pesa

, h

elan begitu? Kau

engingat Albiru yang melanjutkan makannya seolah tidak ter

n siang di luar," balas

au pasti masih uring-uringan untuk datang bekerja bukan?

sha. Pasalnya, wanita itu baru saja meninggalkan Jakarta du

Tisha membuat Tasya menghela napas. Ia kemudian t

mbiarkan dirinya lemah, karena masalah kemarin. Mata terus mem

enang nanti," ujar Tisha telah terdengar girang. "Selain itu

ukan?" Dahinya tiba-tiba berkerut mana kala

utup dulu. Akan aku kabari kala

ika melihat tangan Albiru terulur lalu meraih kulit ayam yang telah

Ia spontan menjauhkan ponse

ak ketika memakan kulit ayam milik Ta

biru masih terkejut bahwa satu kat

" Tasya yang baru sadar akan ucapannya kembali, langsung me

s Albiru dengan wajah mulai kembali santai.

ulit ayamku tadi?" tanya T

an serbek, lalu menyeruput es kopinya. "Bukannya kau melepasny

dimakan terakhir nanti," jawab Tasya dengan dramatis

cang memakan puny

a Albiru akan mengelak dan akan mengatakan untuk membelikan ayam goreng ya

" tanya Albiru tel

rger dan kentang goreng," balasnya tidak ingin membuat kecanggungan h

ya dan dia sedang menuju rumah sakit karena adiknya mengalami kecelakaan. Dinaya berkata mungkin

Nikmati makanmu, aku cuci tangan du

tahui bosnya suka kulit ayam goreng tepung, mana lagi yang lebih mengejut

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY