img MAHLIGAI: Istana yang Kujaga  /  Bab 2 Mimpi Buruk dan Kesempatan Kedua | 1.74%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Mimpi Buruk dan Kesempatan Kedua

Jumlah Kata:1219    |    Dirilis Pada: 21/11/2023

g, ada

a, dia mengedarkan pandangan ke se

an mimp

kamu mimp

enatap suaminya, dan dia pun menangis, memeluk suam

at rem tidak berfungsi, tanpa pikir panjang dia langsung membanting stir dan mendadak semuanya gelap!. "Ka

encintaiku, kan?" Dara ma

Dia melihat ada kegelisahan luar biasa di mata indah

itu dengan jemarinya. "Pertanyaan yang kamu juga

menganggap aku

kat. "Sebentar, Mas ambilkan minum dulu buat ka

rahkan segelas air mineral pada Dara da

am lagi. Sungguh, Dara tidak mau kehilangan suami dan anak-anaknya. Mereka adalah surganya, dan d

dia mendadak menangis dan ketakutan dan juga bertanya tentang perasaannya, namun Ad

g?" suara Adam memec

rsenyum menatap suaminya itu

pa, Sa

uri dan Kai. Maafkan aku jika aku banyak kurangnya selama ini. Tolong katakan s

ucapan Dara malam ini terasa aneh. Kenapa ist

a, Sayang. Kami sangat mencintaimu dan ba

i. Dara hanya menundukan wajahnya, dia

idaak akan nyata. Kami sangat mencintaimu dan sangat membutuhkanmu." Pria itu tersenyum dan mengecup bibir Dara s

idak ingat apa-apa. "K

n gerai baru di sana, kamu lupa

Itu... bukanka

i. "Besok baru peresmiannya,

ggal 7 M

, be

tanggal 7 Maret?

a istrinya berbicara asal. "Say

bulan Dese

kepalanya, lalu dia mengambil ponselnya yang ditaruh di atas nakas dan langsu

layar ponsel suaminya. Lalu, dia memeluk s

malam ini. Tapi, Adam membuarkannya, dia hanya ingi

ang memberinya keajauban. 'Tuhan, terima kasih atas kesempatan k

*

un

agi ini. Wanita itu menyiapkan sarapan untuk Kai dan Suri. Di

uk cokelatnya?" Dara

natap satu sama lainnya dengan takjub. Keduanya tidak menyangka bah

Menemani mereka untuk

Dia langsung menghampiri Kai dan Suri dan mengecup pipi

entak, keduanya p

rja?" tanya Suri

da masih ke

ni?" Suri menatap bu

uka kalau Bunda masih

sung memeluk bundanya erat. "Suri senang, Bunda

e

ar mengabaikan kerinduan kedua anaknya. Dia pikir, kedua anaknya baik-baik saja, tapi ternyata kedua anaknya ya

Bunda, ya! Kemarin Bunda terlalu sibuk, tapi mulai pagi ini dan seterusny

?" tanya Sur

bohong, kan?

k kembarnya itu. "Bunda pas

memeluk bundanya dan mencium pipi Dara.

sayang sama Bunda!" tukas Dara deng

ihat ketiganya berpelukan. Adam tersenyum, dia merasa terharu karena Dara a

enghampiri ketiganya di meja makan, ponselnya berdering. Dia meng

tempat yang agak menjauh dari ruang makan. Di

da apa

Sarah di ujung sana. "Bagaimana? Anak-anak

idak p

tar mereka ke sekolah? Bukank

ang menganta

i? Kamu membiarkan anak-

ada Dara yang meng

jenak. "A-pa? Dara? Dia ada di rumah sepagi

nya, suara Dara pun langsun

Dara tersenyum dan menghampiri su

dia memutuskan panggilan seluler

edang menel

ing pagi ini," balas Adam. Dia terpaksa berboho

k-anak mau berangka

angkul istrinya untuk menemui ana

gat suaminya. Apa benar yang menghubungi Adam itu a

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY