img Terjebak Pesona Papi Gula  /  Bab 4 Tabir Gelap | 4.30%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Tabir Gelap

Jumlah Kata:1424    |    Dirilis Pada: 02/12/2023

dan peralatan lukis. Beberapa bahkan sudah dicabik-cabik dengan pisau oleh dirinya sendiri. Jendela dengan tirai diruangan khususnya tersebut

yang telah siap. Gadis itu berjalan mondar-mandir diiringi asap rokok. Suara vokalis, dentuman bas dan drum, berikut juga raungan gitar

ampa yang tidak bernyawa. Kau sebut ini dengan ekspresi? Sebaiknya kau perbaiki dan berlatih lebih banyak sebelum kau tertinggal oleh teman-temanmu atau kau bisa keluar dari

sial

n rokok yang masih terselip di bibirnya. Dilihatnya lagi lukisan yang luput dari amukannya. Lukisan seor

unya Mina dan seluruh motivasi yang menjamin yang pernah Armant katakan kepada dia. Tetap saja itu lebih pada obat sesaat dan dia kembali dipaksa untuk menerima kenyataan dimana apa yang ayahnya katakan adalah kebenaran. Dia benci bila apa yang dikata

Karena keheningan biasanya selalu membawa dia pada inspirasi baru seb

ikir panjang dia masuk ke dalamnya. Melihat jejeran apik seluruh buah pikiran dari pengarang besar disana dan betapa indahnya cover yang dibuat untuk menunjukan isi dari bukanya membuat Lizzie

apa yang kau l

gkat bahu membuat ekspresi arogan diwajah si pemuda terpaksa memudar. Levin mendekat dan mengintip

pria itu menjauh dari bahunya. Tapi Levin jauh lebih keras kepala sehingga dia

-mu sangat tidak karuan padaha

esi mukanya Levin sepertinya bisa mene

a yang menaruh dagu dibahu Lizzie. Memilih menatap gadis itu lekat-lekat. "Aku m

rasa dia salah berkata sehingga kemudian memutar otak untuk kembali memberikan gadis itu sesuatu yang lain. Dia kemudian membu

ah membeli kamera adalah sesuatu yang nihil. Jangankan untuk membeli kamera u

," sahut Lizzie sebal kemudian dia mengedarkan

dak

ng Levin telah menyentuh bibirnya. Lizzie langsung beringsut dari posisinya, menarik diri

aku tidak bodoh." Dia kemudian menatap Lizzie lagi. "Tapi a

a dengan itu. Dia kemudian mengembalikan buku yang dia pegang ke rak. "Bagiku kau tidak berhak mengeluh di depanku. Ap

argumentasi yang lay

arkir di tempat yang lu

iparkir di

ungkin kontak fisik bisa memban

*

mentara Levin masih terengah-engah. Kepalanya menghadap ke jendela sementara celana yang dia gunakan masih di posisi mel

i sekali

an mereka salah dan Lizzie jelas tahu hal itu, tapi untuk sekarang dia tidak ingin memikirkannya lagi. Mereka sudah menjadi rekan seks cukup lama, dan selama itu pula Marie tidak pernah tahu soal hubungan mereka yang melewati bat

h cerah sekarang," timpal Levin menggoda Lizzie. Dia mengatakan hal itu

ut

etinggalan a

dak

rpisah disini. Marie memintaku men

a berada di atas maka setelahnya Levin akan membuat suasana hatinya jadi buruk lagi. Lizzie tahu bahwa berlama-lama dala

atu mendramatisir keadaan. Tapi setidaknya bau tanah yang terkena hujan bisa membantunya menyamarkan. Membasuh wajahnya dari keringat dan air mani Levin di

ia datang di mobilnya sendiri hanya dalam hitungan menit. Tapi kembali lagi, bahwa itu semua hanya permainan. Mereka punya aturan yang tidak pernah dilanggar. Lizzie tidak akan pernah menciumnya. Ciuman

iri sendiri saat dia berjalan menerjang hujan. Perasaan kosong tiba-tiba m

aran dengan sahabatnya sendiri. Sejujurnya Lizzie tidak pernah sekali pun berniat untuk menyakiti Marie. Tapi permainan konyolnya dengan Levin justru akan membuat situasi itu terjadi. Dia tetap melakukannya meski tahu itu salah. Bukankah it

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY