img Ritual Birahi Digunung Keramat  /  Bab 5 Part 5. Rebutan Kenikmatan | 1.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Part 5. Rebutan Kenikmatan

Jumlah Kata:1149    |    Dirilis Pada: 05/12/2023

, nyaris tidak percaya dengan cerita Mbak Wati, mana mungkin ada suami seperti itu. Sep

tot mengajakku berhubungan sex, gairahnya akan semakin meninggi bahkan dia bisa bertahan lebih lama dari biasanya. Setelah kejadian itu aku baru tahu Mas Gatot mempunyai kelainan jiwa, dia akan terangsang saat membayangkan aku ngentot dengan pria lain,

?" tanyaku kaget. Tidak mungkin, Mba

angannya menggelitik puting dada

penasaran, jawaban Mbak

ereka, kamu juga yang paling kurus dan paling tinggi. Badan seperti k

melihat kontolku." jawabku tertawa geli dengan arg

mie ayam ganteng kontolnya gede. Hihihihi." kata Mbak Wati tertawa ter

bayangkan para ibu ibu ngegosipin kontolk

yang lihat kamu kencing di kebun, kamu gak sadar ibu itu lagi memetik daun

penasaran siapa yang

wajahku memerah, pantas saja dia ser

ita Mbak Wati yang masih menggantung. Aku semakin penasaran dengan kelanju

ngan jangan kamu punya kelainan jiwa sepe

lah, Mb

____

bali menerusk

pulang berjualan, dia semakin sering mengunjungiku bahkan kami sering bermalam di penginapan b

udah menutup aib keluargaku, dia juga memperlakukan anakmu seperti

idak memberikan suratmu malah menyuruhku ke Jakarta untuk bekerja. Ini semua adalah tipu daya

emah, kenyataan yang aku hadapi m

kamu mau merebut istriku? Pergi, Jo dan jangan pernah muncul di hadapan kami." kata Mas Gatot yang sudah berdiri di

kmati memeknya di hadapanmu untuk memuaskan hasrat abnormal mu." kata Paijo dengan suara dingin, keadaan me

suara memelas sebelum orang me

aku takut padamu, Rot..!" kata Paijo berjalan me

keesokan harinya dia tidak berjualan dan pe

pulangnya berjualan jamu, mas

i meninggalkanku yang menatapnya heran. Selama 18

______

enasaran melihat Mbak Wati terd

ahun, terakhir aku mendengar kabar dia mati dalam sebuah kecelakaan. Aku lelah, Jang. Mau tidur." kata M

kaget melihat Mbak Wati

emah hingga akhirnya menghilang. Perlahan lahan suara nafasnya semakin teratur. Aku melihat ke arah

ggalkan Mbak Wati yang tidur. Di depan aku melihat ibu pemilik warun

uat semanis mungkin karena aku dan Mbak Wati adalah tamu satu satunya di tempa

n makannya." kataku sambil tersenyum ke arah

arwo, mungkin kamu Pakde Karwo muda." k

n Pakde Karwo, cuma bedanya Pakde Karwo sudah tua dan berkumis dan tubuh Pakde Karwo lebih berotot dib

i desaku, bahwa aku sangat mirip dengan almarhum ayahku, kami seperti pinang dibelah dua dan sekarang ternyata ada la

ersenyum geli mendengar pengakuanku, padahal aku t

balik bertanya. Rasanya aneh, gadis

a kali ke sini?" tanya ga

u ritual?" tanyaku lagi seperti sebuah s

pasangan. Kalau kamu datang sendiri, aku bis

...!" suara teriakan Mbak Wat

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY