img Reinkarnasi Dewi Kemem  /  Bab 5 Part 5. Hutan Larangan | 1.77%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Part 5. Hutan Larangan

Jumlah Kata:2062    |    Dirilis Pada: 04/12/2023

apnya. Wajah wanita itu terlihat canti

butuhan Zhi Ruo selama ini hanya berdiri di

anita simpan

aat mendengar pert

.." Pelayan itu terdiam saat sebuah

n beri dia makan dan minum selama 3 hari!"

an itu pergi. Sambil menangis dan berontak, pelayan itu mem

Zhi Ruo. Dia menatap wajah cantik ya

ngkhianatiku?" Wanita itu membatin

i Zhi Ruo yang mulai melangkah mundur hingga Zhi Ru

muda. Jika Nyonya mengizinkan, biarkan aku pergi dan kembali pada ibuku. Aku mohon, Nyo

. Entah apa maksud dari senyumannya itu. Tiba-tib

. Dia adalah tanggung jawab kami selama tuan muda pergi

emuncak. Dengan geramnya, dia lantas menampar l

luar dari dalam ruangan. Dua orang anak buah Zu Min tidak bisa mel

depan anak buah Zu Min sambil berontak dan berusaha melepaskan diri, tetapi lagi-lag

lah puas, bunuh dia dan buang mayatnya ke tengah hutan biar dimakan bina

onya. Kam

pat. Lima orang lelaki dengan wajah beringas tampak te

lau menangis dan berontak, mereka tak peduli hingga mereka berhen

ka kami menemukanmu, maka jangan salahkan kami karena tubuhmu yang indah ini akan menjadi pemuas hasrat kami. Dan setelah itu, b

saat melihat Zhi Ruo yang mulai

keempat lelaki itu masih berada di belakangnya. Bahkan, dengan mudah mereka bisa melihatnya dan ter

ini terduduk pasrah dengan keringat yang mengalir deras. Napasnya turun naik karena

ha berontak dengan memukul wajah lelaki itu, tetapi lelaki itu hanya tertawa dan mendorong tub

nan ini. Sebagai orang yang lebih senior dari kalian, aku berhak

lam dekapan lelaki itu.

ta akan mulai be

dan meletakkan tubuh Zhi Ruo di atas semak. Wajahnya tampak ber

ek paksa baju bagian atas Zhi Ruo hi

baju yang dikenakan Zhi Ruo. Di saat tangan kasarnya ingin meraih baju gadis itu, tiba-tiba saja lel

Dia melihat seorang pemuda yang sangat dikenalnya mendekat ke

tas memapah Zhi Ruo yang tampak lemah

ada di sini? Kenapa ka

sedih. Walau begitu, dia kembali melanjutkan

ku sudah ...." Zhi Ruo berucap den

a bersama ayahmu. Sekarang, kita pergi d

uo ke atas punggungnya dan ber

angis. Perlahan, kedua tangan Zhi Ruo mendekap leher pemuda itu hi

t ini. Aku janji akan menjagamu dan tida

pemuda itu. Sementara ketiga orang itu tampak naik darah

erempuan itu d

uri hutan. Sementara Yuen tampak kelelahan

lan sendiri. Kamu sudah terlalu lel

Ruo tersenyum dan meraih tangannya. "Ayo, kita pergi. Aku tah

am. Senja di hutan itu terlihat sangat memukau. Warna jingga memen

Yuen untuk masuk ke dalam hutan yang bagi penduduk desa adalah hutan terlarang. Namun, baru saja dia melangkah, tiba-tiba Yuen tersu

Dia lalu meraih tubuh Yuen dan memeluknya erat. Sekilas, Yu

ku lakukan untukmu. Aku akan menunggumu di kehidupan yang lain dan aku berj

rjatuh ke tanah saat Zhi Ruo ditarik paksa ol

snya begitu memilukan. Zhi Ruo berusaha berontak dan memandangi Yuen

lah kaku. Zhi Ruo menangis sambil menggenggam tangan sahabatnya itu, tetapi sekali lagi dia ditarik paksa hingga satu tamparan keras mendarat di

anya tak lepas dari wajah sahabatnya itu. Sambil merangkak, dia berusaha meraih tan

anak panah di punggung Yuen dan bersiap melesatkan anak panah itu ke arah dadanya, tetapi niat

akan menikmati tubuhmu dan mendengarmu berteriak meminta tolong. Di dalam hutan ini t

uh Zhi Ruo dan melancarkan kec

i lagi-lagi tubuhnya didekap dengan er

angi setiap bagian tubuh Zhi Ruo hingga membuatnya berteriak, "Bajingan kamu, lepaskan

sakan kemarahannya. Aku suka dengan wanita agres

di saat lelaki itu ingin menikmati tubuhnya, tiba-tiba saja angin bertiup dengan kenc

cahaya putih menghiasi langit hitam. Butira

t dari atas tubuh Zhi Ruo yang tengah menangis. Dia melihat sekeliling h

ngan?" tanya salah seorang di antar

reka. Terlihat sesosok bayangan yang terang

lelaki sambil menebaskan ped

dirimu dan

ar di batang pohon dengan benturan yang sangat keras. Darah segar seketika mengucur dar

memucat saat melihat wajah soso

jangan pernah menginjakkan kaki

na. Pasalnya, wajah sosok itu terlihat menyeringai. Tatapan matanya

at itu. Walau jatuh bangun dan kadang menabrak pohon, mereka tidak peduli dan terus berla

i Ruo yang kini telah pingsan. "

at marah saat dirinya tidak

i dia terluka, kalian semua akan aku bunuh!" Zu Min b

ak kembali padaku, maka aku akan menceraikanmu!" Zu Min beru

tega menceraikan istrimu? Zu Min,

tidak pernah mencintainya dan aku hanya mencintai Zhi Ruo." Zu Min lan

mereka lantas mendekati is

n kalian? Apa

ta it

an lakukan padanya?" Zu Min tampak gera

u kalau kami sudah masuk ke hutan larangan. Tiba-tiba makhlu

entak dan mendorong tubuhnya dengan kasa

tuk Zhi Ruo telah jatuh berhamburan di atas tanah. Dia tidak peduli dengan perhiasan-perhiasan itu. Dia

mohon, jangan

Contin

img

Konten

img
  /  3
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY