img TERPAKSA MENIKAHI MANTAN  /  Bab 4 Membesuk Ilham | 12.12%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Membesuk Ilham

Jumlah Kata:1106    |    Dirilis Pada: 25/01/2024

u baru merasakan kembali debaran jantung yang menyenangkan. Kadang sempat terpikir olehku, mungkin Uswa memang jodoh yang dip

Abang iparku ini hanya diam

h berangkat pagi-pagi. Oh,

pa

... ? Ya,

ni rupanya pingin t

u, ya,

Tapi, gue salut aja kalau seandainya lu ...

Bang Adam cuma heran. Pas

gak akan gue kasih tau gitu aja

e seorang jombloan ini." Kami

ekatnya. Alasannya hanya satu, ia terlambat satu langkah. Padahal saat itu Bang Adam sudah menyimpan cincin untuk diberikan ke pada sang

encana memang bisa kita rancang, tapi ya

bener lo

abannya sambil cengengesan, bisa kulihat Bang

i, nih

aran, dan juga keikhlasan. Sesaat setelah memasuki lorong-lorong rumah ini, aku merasakan hawa yang tak begitu mengenakkan. Aku lihat k

Adam. Rupanya ia melihat k

pat. Entah kenapa, lama-kelamaan melihat orang berl

a ama ruma

anget ke rumah sakit, Bang.

pasti balik k

ud Ab

g. Mungkin beda cerita kalau menunggu kelahiran. A

*

ke pada seorang lelaki paruh baya berkopiah p

ku berpikir bahwa beliau ayah Ilham, tapi aku juga sedikit lupa karna hanya

keadaan I

asih sama den

Adam duduk di

am?" Bapak it

Pak." Aku memp

ditulis di dalam pesan Ilham."

sudah seperti anak sendiri. Dari kema

liau ini bukan ayah Ilham karna ka

sakit apa, Pak?"

begitu paham, Nak. Penyakit Ilham rupanya sudah lum

alu bersifat pribadi. Selepas bercerita sedih mengenai keponakannya, kami

da di sini, kepalaku mulai sedikit pusing. Apalagi dengan pendingin ruangan saat aku masuk ruang

Adam saat mobil baru saja k

t pelipis perlahan. Mataku sedikit te

u puter balik buat periksain

kepala di sofa mobil. Tak kudengar lagi B

h ini perlahan. Kesadaran ini semakin kuat ketika kulihat Ba

asuk angin." Ia juga membukakan pintu m

yang rata-rata cocok di lidah orang Indonesia kebanyakan ini mungki

ng?" Aku hanya mengangguk. Sepulang dari ruma

embali ke dalam mobil. Rasanya aku tak sabar cepat sampai di rumah dan merebahkan diri. Cukup lama aku menunggu Bang Adam di dalam mobil, i

Bang Adam memanggil Uswa. Terny

, Ba

mereka berbincan

gin mungkin." Bang Adam pun membuka pintu mobil

Setelah meletakkanku di ranj

ajunya,

r dan tidak aku me

aku ke

yuruhku membuka baju. Ketika perlahan aku melepas kemeja, ternyata wanita di dep

ngerokin. Mana kelihatan k

Mungkin saja ia merasa malu. Pun saat aku melirik. Sesekali ia juga memandang perut bidang ini. Meski tak

" godaku. Dengan cepat

ni ternyata cukup membuatnya terasa panas. Tapi

mi beberes." Nadanya sedikit kes

badan agar ia bis

ambu

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY