img Cinta Pengantin Buta  /  Bab 5 05. Kencan Yang Sesungguhnya | 4.95%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 05. Kencan Yang Sesungguhnya

Jumlah Kata:1756    |    Dirilis Pada: 08/01/2024

ang sesu

an romantis. Hanya di tukang nasi goreng pinggir jalan," u

guhnya. Setelah mencapai mufakat akhirnya pilihan jatuh pada nasi goreng. Mereka memasuki tenda penju

yang penting ada Mas Pram, aku sudah se

jam dia nikahi. Dia tahu kalau ucapan Tari tadi jujur lalu jiwa usi

Tina, kamu sudah tertular vir

ung memerah. Dia tidak menyangka kalau u

ut Pram sambil menahan tawa. "Tapi jangan menggombal untuk la

an sang suami. Pramudya semakin ingin tertawa, tapi dia t

a masalah dengan penglihatan kamu?" pertanyaan y

elokan. Di situ ada lemari. Di dekat meja ada

ap sudut rumah," kata Tari. "Makanya tadi aku minta Mas Pram

ak Pram. "Apa kita perlu menyewa rumah yang ke

una tertunduk lesu. Rumah keluarga pamannya sangat luar, Pramudya takut

ga pamannya Mas Pram," ucap Tari sambil memegang bahu sang

akan membeli hunian sendiri. Tapi takdir berkata lain. Dia menikah sebelum punya rumah. Karena Pram tidak menyangka akan menikah secepat

n tanpa alasan dia memilih mendirikan cafe. Dia berpikir peluang usaha sebuah cafe lebih

nkan usahanya tanpa sepengetahuan orang terdekatnya. Dia belum berani keluar dari pekerjaannya yang sekarang ini

ingnya, bisa menjadi mood booster untuknya. Ada teman cerita suka d

pelayanan sambil menakupka

tar. Pramudya yang sedari tadi melamun sambil m

apa?" tanya Tari d

engan pikirannya. Padahal tadi dia be

kamu yang masak," kin

tadi tanya sungguh-sungguh. "A

serius jawabnya

kan bik Tina atau Bibi,

g masak, aku suka sekali," tak

us kalau masakanku rasanya tidak

ntuk menyenangkan suaminya. Dengan memakan masakan

angat menghargainya. Pramudya selalu bisa membuatnya terbang ke awang-awang. Mentari mulai mengagumi s

Dengan keterbatasannya, dia tidak lelah berusaha untuk

akan beli cincin kawin," kata Pram

iba-tiba, maaf aku tidak mempersiapkan apapun," ucapnya

n mau kita. Memang takdir kita harus begini," kata Mentari

bisa Mas gunakan untuk keperluan lain," Tari merasa tak enak hati. Dia tidak tahu pekerj

ika ada orang yang akan menggodamu, dia akan

tiku," ucap Tari sambil tertawa geli. Karena se

dingkan saudaramu itu," kata jujur dari lubuk hati terdalam. Wajah T

nurutmu bagaimana a

bingungan dengan p

n, sabar ...," ucap Mentari terputus

utmu aku jelek? Pasti kamu sudah membayangkan kalau aku jelek seperti rentenir

tidak pernah membayangkan Mas

u?" Pramudya sangat penasaran bagaima

tampan," jawab Tari tersenyum. Tapi san

ang besar. Terus kemana-mana membawa buku catatan hutang," kata Pra

ntuh pipi Pramudya dengan kedua tangannya. Perlahan tangan Tari men

ng," ucap Tari saat me

nya sambil tangan kanan menyentuh hidung Pram

aku agar tidak merasa rendah diri. Mas

agi sentuhan tangan Mentari yang menjelajahi wajahnya. Kalau boleh Pram ingin be

. Kamar Tari di acak-acak. Seluruh isi lemari milik Tari dilempar ke sembarang arah. Se

Jum hanya diam langsung melenggang melewati kamar Tari. Beliau sudah terbiasa dengan sikap Bulan yang seperti itu.

an sambil berjalan mengham

um. Beliau sudah terbiasa dengan sikap kasar Bulan. Beliau bertahan selama ini karena Mentari.

Mentari masuk ke dalam rumah

h Tari juga, Non," b

seperti tidak di hormati. Mbok Jum

enjadi sasaran. Mbok Jum terlihat cuek. Beli

udya, melihat sikap Tari pada Pram tadi membuat M

ghadapi keluarga Pak Anshori. Pak Anshori dan Bu Fatimah tidak pernah jaha

an terdengar su

ni kok rib

kere itu masuk ke dalam rumah. Bagaimana kalau merek

bil baju-bajunya. Soalnya tadi pagi saat pergi

bos masuk ke kamar Tari. Seketika Bu Fatimah terkejut melihat keadaa

g melakukannya

kan itu, tapi Non Bulan

ia benar-benar tidak menyangka Mbok

tanya Pak Anshori saat melihat ti

a hafal betul dengan sifat kedua putrinya. Dan tidak mungkin Mentari melakukan hal ini. Me

mengambil baju-bajunya," ucap Bu

a putri butanya itu? Perasaan bersalah kembali hadir dalam hati Pak Anshori. Beliau pun merutuki dirinya

lihat suaminya juga orang yang baik. Tuan tidak pe

sok pria yang Pramudya panggil paman. Dia seorang pengusaha sukses. Besok Pak Anshori berencana

tuk langsung pulang. Mereka langsung memasuki kamar setelah menyapa Bu

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY