img DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN  /  Bab 6 Penculik Anak | 2.93%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Penculik Anak

Jumlah Kata:1085    |    Dirilis Pada: 20/01/2024

erhenya

a was was. "Duh... apa jangan-jangan suara 'penghuni' toilet ini?" Aru

tok

di situ..." Suara kec

dengarannya. "Itu...

Mau minta

suara anak kecil

udah lama di sini

n kening. "Apa kam

Kak

dari bilik toilet. Ia lalu beralih ke pintu

.." jawab

mendorong pintu toi

Terdengar suara k

ya..." jawab Aruna sambil ter

sak. Nanti kebuka pin

n kan biar kamu b

ga

ikan dorongannya pada pi

u. Aku ga mau ke

u ke

rdiam tidak

rlahan. "Dek, malu kenapa? Kalau kakak

sejurus kemudian, ana

angan bilang

Kakak

gak boleh ke

tawain," jawab Aruna ya

njeda kalimatnya. "C

bayar pakaian dalam anak dan satu legging

mau keluar itu, ternyata telah membasahi celananya

bali ke toilet tempat anak itu mengu

akaikan celana dalam dan juga mengganti legging ya

engatakan berusia enam tahun dan be

namamu

empat jari Aruna saat menyusuri gerai demi gerai. Sesekali ia menoleh ke a

k," puji Mai

tik, Mai juga cantik

ra terdengar keras diiringi sentakan kasar

meng

n kekar seseorang. Ia menoleh cepat pada

n tak sopan!" seru Aru

rlembar-lembar uang berwarna merah sebelumnya

emana anak saya?

t ia berbalik dan melihat pria ya

dalam pelukannya dengan sebelah tangan, tanp

lengannya dengan keras. Namun cen

Una. Kak Una tadi u

eh pada putrin

epala mungilnya. "I

geratkan rahangnya. Ia menoleh pad

Lalu ia menurunkan Mai dari gendonganny

ya pada orang asing. Jangan sembarangan ikut dengan orang a

pi.

ng pria itu tetap d

upa, Yah

ingat selalu pesan ayah itu karena hal i

ku dan dingin..." celutuk Aruna yang

itu pada Aruna. Namun Aruna kali ini menatap bal

salahan yang terjadi. Jangan langsung menghakimi

iri untuk membela diri?" imbuhnya lagi masih denga

tkan raut tidak suka atas kalimat Aru

mun ia tersentak tatkala mendapati kedua mata jer

ai...?" tanya gadi

detik lalu menggelen

Ayah hanya sangat khawatir mencarimu kemana-

enar khawatir. Aya

dengan duo anak-ayah tersebut. Tapi Aruna tidak terlalu y

erhatikan ayah dan

ta pria itu dari yang semula sangat dingin dan tajam

at. Teringat ayahnya yang begitu menyayangi

ata mencoba menjelaskan mengapa ia tadi menin

tangan Ayah, tapi Ayah nyuruh aku tunggu terus. Aku sudah gak tahan pengen

h bersalah menampak

lnya celanaku basah. Aku udah ga tahan ta

na. "Untung ada kakak Una di sebelah.

ngan sang Ayah memeluk gadis kecil itu dengan erat. "Maafka

u tanpa sadar lepas begitu saja dari mulut Aruna d

ua menoleh

mengutuk dirinya yang keceplosan meru

canggung Aruna membalikkan badanny

... T

img

Konten

img
  /  3
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY