img Cinta dan Gairah 21+  /  Bab 3 Cinta Terlarang Bersama Majikan (part.3) | 0.95%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Cinta Terlarang Bersama Majikan (part.3)

Jumlah Kata:1010    |    Dirilis Pada: 20/01/2024

semakin terjalin di antara Tati dan Bara. Meskipun Dina masih sempat merasa agak curiga oleh insiden s

e kamar Tati. Lampu malam yang lembut menyinari keintiman m

bisik Bara deng

tidur, menoleh ke arah Bara dengan mata p

hasrat. "Kita harus terus melanjutkan ini, Tati. K

taran keinginan yang sama. "Kita akan ber

a dunia luar yang penuh dengan rahasia dan risiko. Mereka menyadari bahwa setiap pert

rahi yang tak tertahankan. Dengan nafas terengah-engah, Bara segera memakai kembali semua pakaiannya yang ber

p Bara yang sedang sibuk m

ok kita lakukan lagi yah!" ucap Tati sambil mengedipkan satu matanya pada Bara

dengan wajah penuh hasrat. Bara pun segera keluar dari kamar tati dengan mengendap-end

*

dan perjalanan bisnis, Dina lagi-lagi menjadi kurang memperhatikan perubahan yang terjadi di rumahnya. Bara dan Tat

ekolah, Bara dan Tati kembali bersatu di dalam rumah yang sunyi. Mereka

kai handuk tipis, melangkah mendekati Bara yang duduk d

la," ujar Bara sambil m

lebih dekat. "Dan kau membuat

keintiman yang semakin memanas, terl

*

ergi ke sekolah, meninggalkan rumah dalam keheningan. Hanya tinggal Bella, si bungsu, yang baru saja terbangu

e dalam. Saat melihat Tati dan Bara yang sedang bergumul dan tubuh telanja

ti, koq di kasur?" tanya Bel

karena ketahuan oleh Bella. Mereka berdua coba menyusun ekspresi wa

ain-main saja," ucap Bara de

erdua hanya sedang bercanda di kasur. Kamu tahu kan

mi alasan yang diberikan oleh Bara dan Ta

at. "Karena kasur ini nyaman, Bella. Kadang-kadang kit

penasaran. "Boleh a

ersenyum. "Tentu saja boleh, Bella. Tapi kita harus diam

uk dengan polo

n Bella. Bara dan Tati berusaha memainkan peran dengan lebih hati-hati agar tida

n duduk di kasur menyadari sesuatu. "Eh, Ayah,

paan mengunci pintu setelah Dina dan Arya pergi. Hatinya berdebar-

"Oh, itu hanya kelupaan kami. Kamu tidak

semangat. "Tentu saja,

a mereka ungkapkan. Mereka tahu bahwa rahasia mereka semakin

eritakan hari-harinya, namun diam tentang apa yang dilihatnya di kamar Tati. Bara

*

duduk di ruang tamu dengan ekspresi khawatir yang sulit untuk disembunyikan.

an ini, dan gejala itu semakin serin

memancarkan rasa panik

am sebelum menjawab, "Aku pi

g baru saja didengarnya. "Hamil? Bagaimana in

a. Saya pikir kita harus menyusun rencana

ta perlu mengurus ini dengan hati-hati. Dina pasti akan

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY