img Seatap Dengan Maduku  /  Bab 2 Dua | 6.25%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Dua

Jumlah Kata:1001    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

bahagia seakan sirna dalam pikirannya. "Tega sekali kamu, Mas. Apa kamu tidak berpikir tentang perasaanku saat ini," ucap Laila sambil terus menangis. Tidak ada yang bisa dia katakan saat ini. Han

a melamarmu untuk menjadi menantu apa kamu bersedia?" tanya Ajeng hingga membuat Laila terkejut. "Maaf, Nyonya bukannya saya menolak. Tetapi apa pantas pembantu miskin seperti saya bersanding dengan putra Nyonya yang kaya dan tampan," ucap Laila yang terlihat malu. Sambil terlihat berpikir. "Kalau aku rasa, kamu sangat cocok untuk Yoga putra ku." Mendengar jawaban Ajeng, Laila hanya bisa tertawa. Dia terlihat tidak menanggapi ucapan sang majikan dengan serius. Dia hanya menganggap apa yang dikatakan Ajeng hanyalah sebuah gurauan belaka. *** Hingga suatu malam, Ajeng yang belum bisa memejamkan mata memutuskan untuk ke ruang kerja Yoga. Dengan perlahan dia mulai menjalankan kursi rodanya ke arah ruang kerja sang putra. Yoga yang saat itu sedang sibuk di depan laptopnya terlihat terkejut saat melihat sang ibu sudah ada di hadapannya. "Mama! Kenapa Mama belum tidur?" tanya Yoga sambil menutup layar laptopnya dan berjalan ke arah Ajeng. "Mama tidak bisa tidur, sepertinya Mama sedang merindukanmu. maka dari itu Mama putuskan untuk kemari," jawab Ajeng sambil tersenyum. "Tapi kenapa Mama kesini sendirian? Bukankah sudah ada Laila yang seharusnya menemani Mama. Tapi Mama tidak perlu khawatir besok aku akan beritahu Laila agar tidak meninggalkan Mama sendirian lagi," ucap Yoga sambil mengecup kening sang ibu. Yoga memang sangat menyayangi sang ibu. Bahkan saat sang ayah meninggal Yoga begitu sangat memperhatikan Ajeng. Hal itu dilakukan agar Ajeng bisa melupakan rasa rindunya kepada almarhum suaminya. "Jangan, Nak. Jangan kamu marahi Laila, Mama memang sengaja kemari tanpa menekan tombol bel. Karena ada hal penting yang ingin Mama katakan kepadamu," jawab Ajeng sambil menggenggam tangan Yoga. "Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita bicara di sofa." Yoga mulai mendorong kursi Roda Ajeng menuju sofa. Sesaat Ajeng terlihat tersenyum melihat wajah Yoga yang ada di hadapannya saat ini. Dia tidak menyangka jika putra kecilnya yang dulu begitu manja kini telah tumbuh menjadi laki-laki yang tamp

img

Konten

Seatap Dengan Maduku
Bab 1 Satu
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 2 Dua
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 3 Tiga
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 4 Empat
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 5 Lima
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 6 Enam
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 7 Tujuh
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 8 Delapan
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 9 Sembilan
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 10 Sepuluh
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 11 Sebelas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 12 Dua belas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 13 Tigabelas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 14 Empat belas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 15 Lima belas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 16 Enam belas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 17 Tujuh belas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 18 Delapan belas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 19 Sembilan belas
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 20 Dua puluh
19/01/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 21 Dua Puluh Satu
05/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 22 Dua Puluh Dua
07/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 23 Dua Puluh Tiga
10/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 24 Dua Puluh Empat
12/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 25 Dua Puluh Lima
14/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 26 Dua Puluh Enam
17/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 27 Dua Puluh Tujuh
20/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 28 Dua Puluh Delapan
22/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 29 Dua Puluh Sembilan
24/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 30 Tiga Puluh
27/02/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 31 Tiga Puluh Satu
02/03/2024
Seatap Dengan Maduku
Bab 32 Tiga Puluh Dua
06/03/2024
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY