img Jerat Pesona Ayah Anakku  /  Bab 4 Pertemuan yang Tak Disangka | 3.36%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Pertemuan yang Tak Disangka

Jumlah Kata:1035    |    Dirilis Pada: 19/01/2024

k menjalin hubungan serius dengan siapa pun! Ak

gh

aja pada sebuah kursi tanpa arti setelahnya. Sang pemilik ponsel nam

aku lagi?!" ujar pria itu tak tahan,

pagi ini. Dirinya yang sedari tadi bersusah-payah untuk fokus agar bisa segera sampai

ampai saat ini dirinya belum sanggup berkomitmen serius lebih jauh lagi. Masih ada banyak hal yang dipikirka

kau!" geramnya tertahan seraya

a semakin maju. Ia terus menerobos jalanan sepi di depannya tanpa ampun. Hingga tak begitu menyadari,

tag

nn

*

kota. Sedari tadi dirinya tak berhenti melihat ke sekitar, mencari keberadaan sang anak dengan doa yang selalu teruca

jadi? Kara tak tahu bagaimana kronologis jelasnya, karena si pemb

mana ya?" tanya Kara dengan n

ti area yang dipijaknya semakin jauh dan sepi. Namun pada akhirnya, Kara bisa b

ng V

h meminta perawatan yang terbaik di rumah sakit ini," je

hendak membuka pintu yang tengah tertutup itu. Di dalam hati, ia masih t

hal lain. Kedua netranya membulat tak percaya, saat melihat keberadaan

umamnya pelan, seraya menceng

luruh tubuhnya membeku, hingga kedua lelaki berbeda usia itu m

longin Arka!" tegur anak kecil itu lebih dulu den

ka membuncah di hatinya. Walau sebenarnya belum siap untuk bertemu dengan pria itu, akan tetapi ia sadar bahwa tak akan b

pa? Kenapa tiba-tiba kamu bisa jauh dari Bunda tadi?" tanya

agi. Tapi ternyata, nyebrang jalan itu susah Bunda! Arka enggak sabar nunggu mobil dan motor

i lutut Arka, Kara pun langsung mengusapnya hati-hati. Ia tentu tak sampai hati mem

a ya?" tutur Kara sambil menatap manik cokl

al lain, yaitu seseorang yang sempat membuatnya terpesona hingga terjatuh dalam jeratannya. Akan tetapi terle

n khawatir lagi ya? Arka janji deh, enggak akan seperti ini lagi!" Arka tersen

lagi! Kalau Arka mau ke mana pun, Arka harus bilang ke bunda. Kita harus selalu sama-sama

nda! Ark

ini, Kara memang tak bisa membalas apa-apa lagi. Ia tak tahu harus marah atau bersyukur sekarang, ka

udah nolongin Arka! Om itu yang udah buat Arka enggak nan

Dahi Kara menge

a Om Baiknya!" sahut Arka yang semakin me

lik pipi tembam tersebut juga meraih tangan besar pria yang ada di hadapannya. Dengan seutas senyum sumringah, ia menyatukan kedu

rka! Namanya Bunda Kara!

atanya, seolah menyiratkan sesuatu yang sangat jauh dari dugaannya. Apalagi setelahnya sos

kalau pertemuan ini membuat

ta bicara

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY