img Dinikahi Guru Bk  /  Bab 3 3. Ibu Sambung | 7.89%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 3. Ibu Sambung

Jumlah Kata:1420    |    Dirilis Pada: 31/01/2024

antengnya luntur loh!" ucap Anggun dengan san

punya calon istri kok," balas Ar

gak ada tuh satu pun guru yang bilang Bapak udah punya calon istri," cibir Anggu

aan. Sejujurnya Anggun sengaja ingin mengalihkan fokus Arjuna y

ling sering masuk

uru BK yang menjadi idola para siswi sejagad SMA Tunas Bangsa itu telah sold out. Senyuman di bibir Anggun seketika merekah saat membayan

mang dirinya tak tahu persis apa isi kepala gadis itu. Tapi ia bisa meneba

ngin kita menginap di sekolah!" titah Arju

kecuali tukang kebun yang bertugas hingga pukul empat sore. Dan kini dirinya harus menyelesaikan hukumannya dengan cepat. Kembali An

asih kurang 107 lagi yang harus dituli

sang wajah memelas. Berharap m

una yang tengah mere

Nanti papa khawatir karena anak perawannya belum pulan

pesan WhatsApp kepada papa kamu. Jadi sekarang lanjutan hukuman kamu dengan cepat!

nggak bakal nakal lagi asalnya orang ini menghilang dari kehidupan hamba untuk s

tiba saja Arjuna menyahut seolah bisa mendengar

n hukumannnya tanpa menghiraukan jemarinya yang

jaannya kepada Arjuna lalu bergegas memakai tas rans

ah," ujar Arjuna seraya mematikan AC kantor BK sedangkan Anggun yang baru sa

ggun begitu saja lalu mem

i desis angin seraya berjalan meninggalkan

samping mobil milik Arjuna. Melihat wajah kesal Anggun Arjuna men

un masih saja terdiam di tempatnya padahal s

n duduk di kursi penumpang bagian belakang. Menyadari Arjuna yang

inya yang semakin memuncak. Anggun sudah capek dan tentu saja sangat lapar karena gara-

ah ke depan," jawab Arjuna lalu kembali berkata-kata se

Anggun dengan kesab

kursi sebelah Arjuna dengan wajah memerah. Sumpah serapah dalam hati Anggun pun tak berhenti di sepanjang jalan dari se

u karena membiarkanmu kelaparan," ucap Arjuna lalu t

ebih dulu memasuki rumah makan. Seperti kerbau dicocok hidungnya Anggun menuruti

epada Anggun agar gadis itu me

Anggun kepada pramusaji yang saat ini berdir

ketika pramusaji tersebut men

berada di ujung kepala sedangkan Arjuna justru memperhatikan setiap detail pergerakan Anggun dengan sesekali

kuan, ya ampun...," tegur Arjuna seraya menyerahkan es

lalu meneguknya dengan cepat. Kali ini Anggun diam, semakin i

arena minuman Arjuna hampir habis diminumnya. Pun d

jawab Arjuna seraya mengambil satu botol min

gun yang telah ke luar dari rumah makan terlebih dahulu. Tanpa men

eka yang berniat membuka kata. Jika Anggun mengumpat dalam hati karena saking kesalnya, Arjuna sebaliknya. Laki-laki itu justru menahan tawa ka

un mengucapkan terima kasih karena Arjuna karena mau mentraktir makan siang dan memberikan t

enyerahkan ponselnya agar Anggun me

hir. Justru sepertinya inilah hukuman terberatnya setelah ini. Dengan me

na yang langsung membuat Anggun meraih ponsel i

nsel Arjuna tapi laki-laki itu t

juna sembari melakukan miss call

ru menekan kunci mobil yang berada di sampingnya. Arjuna men

n mengacuhkan perempuan itu dan melenggang masuk ke dalam kamarnya. Perempuan bernama Intan itu hanya menghela napas panjang dengan sikap putri tirinya

a yang murung di ambang pintu seketika mendekat. Tent

juga dia mengerti sendiri," ucap Akmal lalu me

tapi dia masih saja cuekin aku," adu I

a juga remaja. Dia masih labil," bala

l untuk diletakkannya di atas meja. Melihat wajah

juga dia akan luluh dengan sendirinya." Intan mengangguk lalu mengulas senyu

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY