img WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU  /  Bab 5 Kamu masih seperti dulu, Suti | 8.93%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Kamu masih seperti dulu, Suti

Jumlah Kata:1374    |    Dirilis Pada: 10/02/2024

bayaranku sesuai dengan harga kesepakatan kita dan tuna

akmu itu yang ada hanya uang dan uang. Tak bisakah

eluargaku di kampung hanya mengandalkan aku untuk menafkahinya. Apalagi tahun ini adik tiriku

rena kami tidak punya modal, beda denganmu Jay. Aku lihat kehidupanmu bertolak tiga

fasnya ke udara. Perlahan kami mendekati pasangan pe

g ditulis Jay disana. "Tuan dan nyonya Jodi Bima

elaminan. Raut muka terkejut tampak dari kedua mem

ikahanmu, semoga langgeng d

l memeluk Jay erat dan lama, sebelum mengurai pelukan

da pasangan pengantin itu. Netraku melihat kalau suami Marcella s

at Rico, kamu berhasil memenangkan pertarungan kita. Se

ggerakan siku k

sayang?"

ih bisa terdengar oleh

mu Jay?" tanya Ma

kamu yang bisa berkhian

isa Jay, belum se

anda dari pasangan berkhianat seperti kalian", ucap J

dangan. Banyaknya jenis makanan lezat serta garnish yang model Eropa membawa pik

awa para karyawan membahana di udara. Sangat bahagia, karena saat itu pasti ada bonus akhir tahun, hadia

ncurkan semuanya. Aku tak mengerti apa yang terjadi tapi menurut info yang kudapat perusahaan itu ganti ke

roleh pekerjaan baru yang sesuai dengan bidangku, hingga aku menjadi pedagang kaki lima sekedar menca

mengajak ku melakukan sandiwara ini dengan i

ndiri Suti. Senang di atas pender

a?" aku

rkan perut miskinmu itu menyesal, karena setelah ini kam

"tentu saja Jay aku tidak akan menyia-nyia kan kesempatan

n membelikannya di resto Ba

gguh

a, anggap

h Jay. Kamu memang the

etatkan rahang dan tatap

gantarkanku kembali ke

an pakaian pesta dan high heels yang melekat di tubuh. Sedangkan tangan kiri memeluk erat tas plastik hitam tempat ku membawa celana jeans dan baju usang, yang jauh dari ka

aku pulang dengan membawa harga yan

uh ini. Kutajamkan netraku ke pojok alun-alun dimana mas Reso biasa mangkal.

Reso masih ada", katak

mana malam-malam begin

mas. Situ

menunggu mbak D

ditempat fot

er m

ngantar aku sebentar k

ng suruh njemput agak malaman dikit.

khir semester banyak ma

k, saya a

paskan bokongku ke

n. Ditengah perjalanan mas Reso bertanya, "mb

arimana

aju sama d

k jidatku pelan. "Dari pe

hatan dari gaun mbak Suti. Bagu

leh pinjam, tadi disewakan oleh mantan bos ku dulu di perusahaan

ak dicuci s

usak, ba

itu t

as Reso bisa melihat gerakanku. Decitan halus ban bergesek den

disin

a", jawabku mengangsur

baliannya mbak. Uan

aja kemb

eran

dariku karena mengantarka

h mimpi apa

ari cantik kali mas"

rima kasih banyak ya. Besok kalau mau jualan n

amat malam ya

hati mbak gang

sembari mengac

n termasuk kawasan perumahan, kalau di malam hari tetap saja sepi dari aktifitas manusia

, kulepas high heels kemudian aku lari sekuat tenaga men

ujung gang. Tapi tak kutemukan sosok yang sempat membuatku taku

nting dan kembali

begitu saja di atas kasur. Kemudian kubanting tubuhku dengan posisi tengkurap lalu ak

di sana!" teriakku saat aku melihat ada sosok yang berkelebat. D

ajahnya terlihat samar-samar. Walau rambutnya yang

r dari sini." Hanya gaungan suaraku yang terdengar. Sosok laki-la

dengan tatapan lurus ke de

sini. Kegelapan ini membuatku gila." Aku memohon padanya. Tapi l

u, khawatir akan terjatuh bersama. Namun ketakutanku tak terjadi. Pria itu seolah mampu

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY