img Unexpected Romance  /  Bab 5 My Best Friend | 5.75%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 My Best Friend

Jumlah Kata:1416    |    Dirilis Pada: 17/02/2024

ke nomor Jingga yang hanya dibaca tanpa dibalas. Jelas-jelas ia sedang diabaikan dan

ara menangisnya. Berharap kalau Jingga akan datang dan meminta maaf. Tetapi ternyata, sampai sekarang pria

aku dia

ngendalian diri lebih. Dia mendongak dan melihat Rana–sahabatnya–tertawa dan d

, minta

ng mengutarakan niatnya. "Aku

gan cepat menggeleng keras, mengoreksi kembali kalimatnya. "Bukan ...

psi kamu salah semua. Jingga sama sekali tidak membuangku dan peru

u akan menjadi wanita beruntung yang menempati tempat mewah dengan segala isinya, tanpa memikirkan besoknya ak

a mereka. "Aku tidak bisa terus-terusan menjadi parasit dalam kehidupan Jingga. Aku tahu dia ikhlas melakukannya, tetapi sampai kapan? Sampa

an menikah saja? Bukankah kalian cocok satu sama lain. Dan ketakuta

"Itu mustahil, nggak mungkin terjadi. Ada sesua

maksud," potong Rana cepat. Rana memang tah

a yang dibalas dengan dengkusan kesal oleh Rana. "Jadi bagai

ebenarnya kamu salah minta tolong sama aku." Wanita di depanny

nap

ngguran. Dan mencari p

nggi. Lalu kamu sebut itu dengan keberuntungan karena bisa bekerja dengan artis terkenal." Flora men

ang menoleh ke arah meja mereka. "Dia itu iblis, Flo. Orang-orang sudah tertipu dengan wajah cantik perempuan itu, pada keny

dahinya. "Masa sih

sendiri 'kan kalau aku nggak bisa berenang, tetapi dia memaksaku terjung langsung ke kolam renang untuk mencari kalungnya yang terjatuh. Untung saja, banyak kru

, Na? Ini nggak bisa dibiarkan, harusnya

ngat lucu. "Dan kamu tahu nggak, Xeraina datang dan minta maaf secara langsung. Aku masih mengingat wanita sombong itu menangis dan menurunkan harga dirinya untuk meminta maaf. Harusnya aku buat video saja tent

ni itu antara hidup dan mati kamu. Kalau kamu benar-benar tenggelam

ni

taannya. Tetapi memang benar 'kan kata-k

tuk melawan mereka. Orang berkuasa seperti mereka melakukan segalanya dengan uang, sama seperti aku yang menginginkan uang untuk hidup dan m

ti hati wanita di depannya. "Na

kamu. Dia orang pertama yang akan menjadi tameng kalau ada yang berani ny

k tahu diri dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas untuk sahaba

engambil tangan Flora yang terus memukuli bibirnya sendiri. "Apaan sih, bo

eri pelajaran." Lalu tangan kirinya

akukan hal itu bukanlah apa-apa, walaupun ada rasa perih di bibi

ku pergi nih." Ancam Rana, dengan pur

n?" tanyanya sambil memas

aku nggak maafin kalau kamu me

ju memeluk tubuh Rana. "Makasih, N

sah hidup tidak kalah tragis dengan hidupnya, mungkin suatu saat nanti ia akan menceritakan kisah hidup sahabatnya in

kamu bekerja di perusahaan J

endirikan kalau aku hanya

tapi, bantu aku juga untuk bekerja di tempat Xeraina. Pasti dia belum punya

tidak percaya.

i katamu tadi pekerjaan sangat susah bagi kita yang ha

di sebut bodoh. Tapi Rana tetap melanjutkan ucapannya, "Jingga bahkan ingin menguliahka

serak karena terus berbicara. "Aku nggak mau terus-

eperti ini, ujung-ujungnya juga larinya ke tidak enakan dan blabla.

au bantu nggak?" t

ukan oleh Flora. "Bahkan setelah

li mengangg

etapi awas aja kalau sampai satu minggu kemudian kamu mengadu mengun

!" jawab Flora

ng baru saja dia ambil dalam tas. Menggeser

." Wanita itu memperlihatkan ponselnya ke arah Flor

h ... makasih banget ya, Rana

lu. Kamu juga ada janji sa

kabar bahagianya," ucap Flora

a sama denganm

tap. Dan tawa mereka lepas

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY