img PERNIKAHAN PENUH KEBENCIAN  /  Bab 10 BASAH BERDUA | 8.47%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 10 BASAH BERDUA

Jumlah Kata:1160    |    Dirilis Pada: 23/02/2024

mereka akan diterima baik di situ. Bibinya sejak dulu sangat menyayangi dia dan ka

elakaan sepuluh tahun setelah pernikahan mereka. Semua keluarga mendesak beliau menikah kembali supaya tidak kesepian, tapi beliau begitu setia dengan almarhum suaminya yang sangat dicintainy

at girang saat membukakan pintu pagar untuk Adit. Beliau memandang bingung pada R

uka memasak bermacam-macam hidangan untuk mengenyangkan perut tamu-tamunya. Alhasil, Rina gelagapan saat bibi

akan lahap berbagai hidangan yang disodorkan padanya. Dia bahkan tertawa pada lelucon-lelucon bibinya yang sering

meminta Bibi Adit supaya memperbolehkannya menginap di sana. Bibinya pun menyetujui permintaan Rina karena beliau khawatir melihat keponakannya yang harus menyetir tengah malam selama

bih nyaman. Untungnya, besok hari Sabtu, jadi mereka tak perlu bangun subuh-subuh supaya tidak telat sampa

letak cukup dekat dengan rumah bibinya. Sungai itu walaupun kecil, tapi cukup indah karena dikeli

t itu. Adit melihat binar-binar keceriaan anak kecil di mata pacarnya itu. Den

rlibur kesini ya. Aku sering ke luar n

banyak tempat kayak gini, yang lebih bagus pun banyak. L

membuatnya berseru, "Sekarang, sekarang aja, dit! Ak

lum-belum papa dan mamamu membenciku gara-gara hal ini. Ka

berkali-kali sampai bajunya basah. Adit membalas Rina dengan melompat ke dalam air dan menarik Rina bersamanya. Berkali-kali

erkejut dan berusaha menghindar sambil masih tertawa cekikikan, namun kakinya tiba-tiba menginjak

ai bawah. Rina berusaha bangkit dan berdiri tapi pelukan

ot-otot tangan Adit mempersempit jarak di antara mereka dan m

lam masalah besar!" bisik Ad

ata Adit itu tiba-tib

uh terlalu dalam. Kayaknya...

nita itu tak berkata apa-apa d

di cinta, padahal kamu sama sekali belum pernah mengatakan perasaanmu padaku

wab itu sekarang! Aku sendiri

menghadapnya dan dengan bing

dua juga sudah menjadi rutinitasku yang membuatku tak bisa melewatkannya begitu saja. Tapi

usahaku sia-sia dong. Apa aku sebegitu nggak menariknya

nya, bahkan pada orang tuaku sekalipun. Kehidupan kami tidaklah seperti sebuah keluarga dan mereka tak pernah mengajariku apa cinta dan kasih

aku mengajarimu bagaim

iduganya, Adit menurunkankan wajahnya ke arah Rina dan menempelkan bibirnya disana tan

nya meraih wajah wanita itu dan semakin memperdalam ciumannya. Sungguh ironis, pikirnya. Perkataan dari wanita itu begitu pahit,

berbuat banyak. Betapa saat ini dia ingin sekali bisa melihat hati wanita ini dan m

ya... wanita itu tiba-

ulut Adit. Merasa mendapatkan lampu hijau, Adit meraih pinggul Rina dan mendekatkannya ke tubuhnya. Bibir mere

an apa yang terjadi di sekitarnya. Namun apakah perasaan mereka cukup kuat

*

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY