img Hasrat Kakak Tiri  /  Bab 2 Pertemuan Pertama | 0.93%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Pertemuan Pertama

Jumlah Kata:1183    |    Dirilis Pada: 11/03/2024

berapa bundel kertas dan berjalan ke arah pintu keluar. Seluruh manajer dan staf yang ikut meeting ikut keluar setelah

re ini, saya mau pulang cepat,

ab Bram membalas

e kantornya dan mengeluarkan po

nding kaca besar yang menunjukkan pemandan

ng di sek

n siang di rumahku. Ada yang mau aku kenalkan sama ka

aku ke rumah ka

u kirim supir

taksi aja ke rumah kamu. Lag

siang pas jam ma

sampai ju

asih berdiri beberapa saat sambil terus melihat ke arah kumpulan ge

yan suda

um,

au makan malam di rumah sama mereka berdua." Hans masih berpikir tentang rencana

k, T

man M

Mahendra. Arya yang senyam-senyum saja mendengar Bryan bercerita untuk perta

eripik kentang kesukaannya. Di depannya duduk Bryan

jawab Bryan tanpa melihat Arya. tang

Dia tidak tersenyum atau pun menjawab. Lalu sedetik kemudian dia meneruskan lagi gambarnya. Arya cuma terus tersenyum, bar

i ciri ciri yang lo bilang gak ada anak di sekolah

lo pasti ket

um t

nap

elas kita ada di lantai tig

lu besok gua suruh an

juga pasti ke

u gambar diatas meja yang tak terpakai ke arah Arya. Arya tertawa puas. Setela

Bryan keluar dari kamar tak lama Pak Rahman, supir Hans Alexander sudah berdiri di depan pintu. Arya sempat kaget karena dia berencana mengantar Bryan den

gapain disini

a Bryan." Bryan hanya mengangguk. Arya p

hati Pak" Arya setengah berteriak sambil melamb

*

. Mansion bergaya eropa tempat Bryan tumbuh dan menghabiskan masa k

ai?" Bryan mengangguk

ita makan bersama," ujar sang Ayah sambil

rumah?" tanya Bryan s

menghabiskan waktu bersama

tersenyum senang dan berjalan setenga

hnya, ia sangat jarang melihat Ayahnya makan malam di rumah terlebih setelah ibunya meninggal. Brya

a atau sekedar membaca majalah dan menonton TV. Hans dan kedua anaknya menghabiskan waktu dengan bersantai sambil meminum minu

sang Ayah setelah kedua anaknya sedikit lebih santai. Hans b

udah .... punya kekasih lagi." Wajah Bryan mulai berub

yahnya langsung semringah dan menggenggam tangan Ayahnya. Sedangkan Bryan malah tak

mulai berat dan ia menggenggam tangannya dengan kuat. Sementara Alisha tidak bisa menyembunyikan rasa ba

pacarnya Daddy," ujar Alisha sambil bertepuk tangan dengan mata berbinar. Hans membe

lakinya tanpa ekspresi yang kemudian menundukkan kepalanya

kata pun dikeluarkan oleh Bryan. Tawa Bryan lima menit lalu hilang sudah, wajahnya kini mur

n sambil berjalan menuju Alisha dan mencium kening Alisha. Setiap malam dari kecil Bryan terbiasa me

ng Ayah yang mulai menitikkan airmata. Hans mengangguk tapi matanya masih melihat ke arah Bryan kelu

hempaskan dirinya di atas

. Bryan menangis dalam diam tak bersuara. Tangannya terkepal tanda emosi yang ditahannya

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY