img War In Life  /  Bab 2 Nestapa | 2.63%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Nestapa

Jumlah Kata:1014    |    Dirilis Pada: 26/05/2024

akhir mu adalah k

uka cita at

Ayu Lest

Setyo

langsung melihat ruang tamu yang dipenuhi orang-orang tenga

ahkan kakinya, matanya tak sedikitpun menoleh ke arah lain. Ayah dan keluarga memanggil dirinya, tidak dia gubris

tak kuasa untuk melakukan hal ini. Air matanya semakin deras ketika tangan dia semakin mendekati kain kafan bagia

nda, ternyata memang surganya benar-benar pergi. Nyatanya kehilangan Bunda memang menjadi sebuah garis takdir Tuhan yang harus d

ngga membuat orang-orang di

Bangun B

ali. Meski sudah jelas kain kafan membungkus Bundanya. Gadis itu benar-benar menangi

rakhir mereka. Usai sudah episode kehidupan seorang putri dengan Bundany

ikan, semangat yang menyublim langkah, selengkung senyum manis yang meringankan beban rasa, canda dan tawa renyah yang mewarnai hari, juga perhatian dan kasih sa

bangun, kini hal itu harus dilakukan sendiri, back up Bunda hanya tinggal bayang-bayang. Kehi

*

li ke tempat semula. Pada akhirnya mereka yang berbondong-bondong pergi mengantar jenazah pulang j

mbali pada pangkuan Sang Pencipta, hanya sa

ng," Willy mencoba

asih mau di sini seben

mau kehilangan. Gadis itu masih belum bisa merelakan kepergian B

dapat terus hanyut dalam lautan kesedihan. Dia h

ini, Naya mendekat pad

iar aku yang teme

ip Ghea ya Nay, kalau ada a

en

abat yang sedang larut dalam kesedihan. Setelah setengah

g untuk menemui Bunda. Semoga tenang ya Bu

balik badan ke belakang. Ternyata

ang Nay?" tanya Ghea, kin

menga

ke rumah?" Naya berja

harusnya kamu pulang aja," Ghe

lau aku ada di samping kamu tadi, mungkin kita malah berdebat, karena ka

ulang y

kan berjalan di samping

uhan terlihat lelaki muda memakai pakaian serba hitam

dan lelaki itu hanya beberapa langkah, lelaki itu melepaskan kacamata hitam yang sedari

ita pulang bareng,"

ik taksi aja

Naya tak berbicara apapun, hanya mengikuti sahabatnya. Baru beberapa langkah

ari kepergian Bunda?" Lelaki itu be

berbalik badan hingga akhirnya

n Bunda dulu baru lo

g menyusun kalimat yang layak untuk bi

at percaya sama

rinya dengan lelaki itu semakin tipis. Raut wajah yang terlihat sedih tadi, d

gak gue percaya di dunia ini adalah lo," lalu Ghea a

an Naya meninggalkan lelaki itu sendirian. Lelaki itu hanya mematung tan

. Sekeras itu hatinya, hingga begitu tak mempercayai

selisih usia enam tahun. Keduanya tak memiliki hubungan harmonis layaknya adik kakak p

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY