img The Bastard Detective  /  Bab 7 Sentuhan Bibir Sang Detective | 11.86%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Sentuhan Bibir Sang Detective

Jumlah Kata:1217    |    Dirilis Pada: 21/06/2024

Zion kepada pria di hadapannya, yang tak lain adalah Riccard, setelah menjauhka

i secangkir kopi. Pertemuan ini adalah pertemuan biasa sebagai teman,

t cairan hitam itu dengan penuh kenikmatan. "Dia baik-baik saja dan hari ini sudah kembal

aja tidak menghubunginya karena ti

idak mungkin keberatan jika yang menanyakan kabarnya adalah c

ionku sangat sepi, dan aku membayangkan Helena akan memberiku

lem akan menikah," tambahnya sambil merenung, mengingat sa

pertinya dia tidak akan menikah

ebelum berkata, "Tidak se

tua yang berharap melihat anak-anak mereka menikah dan membentuk ke

segera menikah. Meskipun memiliki seorang putra k

*

's Ed

i layar laptopnya dan beralih ke ponsel

ang Ibu, Careen. Setelah menemukannya, Helena membuka bagian pes

om. Mungkin aku akan menginap disana. Pekerjaanku s

gan lupa makan dan mi

mendapat balasan lan

e, Mom. Ter

engirim e

tikan layar ponselnya. Ia menghela napas sejenak se

esai dengan teliti hingga benar-benar rampung. Set

ra dirinya dan Fernan. Dengan tekad kuat, ia berusaha mencari cara untuk memb

ine, Brianna, dan Maureen, tadi di lantai dasar

ang hubungan gelap Fernan dengan seorang wanita yang hing

layar laptopnya dan merapikan benda tipis itu sebelum melipatkannya. Helena

di pojok ruangan. Dengan cermat, ia menyimpan berkas ya

nselnya dalam tas dan meraih kunci mobil yang ada di sana. Den

enuju tempat parkir mobilnya. Setelah itu, dia m

*

khirnya tiba di apartemen. Dengan hati lega, ia memarkirkan m

secara otomatis. Tanpa ragu, ia langsung menuju lift dan memasukinya

i

tu yang terbuka lebar menandakan Hele

e

nti di hadapan seorang pria. "Kamu?" gumamnya dengan eks

ing, menatap ter

au apa, huh?!" amuk Helena, semakin jengah terha

emindai pandangan ke sekeliling sebelum akh

huh?" desisnya sambil berdiri tegak dengan

ada di sini! Kamu sengaja mengikutiku, kan

um melanjutkan, "Aku memang tinggal di sini. Aku memili

i sini? Sudah sejak lama? Kamu jangan coba-coba me

kau melihatku disini, kau mengira bahwa aku mengikutimu. Padaha

lidik. Rasanya sulit baginya untuk mempercayai pria i

rniat meminta maaf kepadaku, baby Helen?" Heros mengangka

udian menatap

ukan aku sebenarnya, tetapi kau!" ta

ingkan mata sambil menunj

enamparku di tempat umum. Luar biasa!" Desisnya sambil menjeda sejenak sebelum melanjutkan, "Yang kedua, kau menuduhku mengikutimu hanya karena m

saat ini setelah mendengar ucapan Heros. Hatinya berdebar-debar, cam

ama, menuduhku! Apa jangan-jangan kau sengaja, huh?" Heros melangkah semakin dekat

g kamu bilang? Sengaja?" Helena tidak terima. "Jangan semba

imana rasanya dituduh? Menyenangkan atau bagaimana?"

mu tidak usah banyak bicara! Kalau kamu memang benar tinggal di sini, coba sekar

unjukkan kepadam

gan, kamu adalah tipe pria yang tidak bisa dipercaya!" Helena

gan, huh?" desis Heros sambil melang

dis pada dinding. "Mulutmu sangat pedas, baby Helen," bisik Heros, kemudian

mppt

akan tak terduga Heros. Sang detective banjing

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY