img Ayah CEO Pengen Pelukan  /  Bab 10Membunuhnya di Dalam Buaian | 3.72%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 10Membunuhnya di Dalam Buaian

Jumlah Kata:1188    |    Dirilis Pada: 30/11/2021

bantuku hari ini, Tuan

t tertarik dan terasa sakit. "Aduh!" Nadia berteriak kesaki

rkejut oleh sentuhan tak terduga itu, bahkan lebih bingung lagi ketika melihat p

ng lantas kamu ma

atu apotek di dekat sana. Seketika itu dia

Ini hanya akan membuat Jaya mengkh

erlihat khawatir. Nadia merasa sedikit tidak leluasa dengan tangan Kresna yang memegang

un segera membuka sabuk pengamannya, turu

njadi semakin canggung. Dia berusaha keras memikirkan obrolan ya

ena kita pergi begitu saja? Besok aku akan pergi ke kantor mereka untuk menje

pi Kresna de

olehnya, jadi ia harus berani bertang

iri daripada masalah kerjasama. Aku tidak m

jelas-jelas sangat peduli dengan Nadia, namu

mirip dengan Jaya, Nadia akhirnya tahu dari s

hal yang sama pada Nadia d

Jangan khawatir

. Nadia memang sengaja

pun langsung paham apa yang harus dilakukannya. Dia menyerahkan obat-obatnya k

diri," ucap Nadia sambil

dak mengoleskan salep ke wajahnya, Nadia pun memalingkan wajahnya ke sisi yang berlawanan serta

epuk tempat dudu

a terus menatap Nadia dengan tata

n wajahnya. Ia medekatkan wajahnya yang bengkak ke arah Kresna dan menghindari kontak mata. Se

Nadia berada dalam jarak sedekat ini dengan Kresna, wajahnya pun memerah. Dia han

endirian di rumah saat kamu ker

nnya dan menggenggam kedua tangannya dengan erat. Kresna berpikir ba

menjadi semakin gugup saat

ku pulang tepat waktu dan menemaninya selepas

engapa dia tiba-tiba menanyakan tentang Jaya, tapi masih jelas di benaknya

ng anaknya, maka dia pasti akan memberinya sejumlah besar u

memiliki Jaya, karena ia langsung jatuh cinta pada bayinya begitu dia lahir. Memikirkan hal ter

aku tidak tahu apakah aku

esna, jadi dia sendiri pun tidak tahu. Hanya saja kesa

amu telah membunuh merek

anya dipenuhi dengan rasa jijik. Orang berstatus

bilang

yang bergerak, namun dia tidak

a sekarang." Nadia mencoba meng

ak sebelumnya, jadi dia pun mendorong tang

ku Nadia lalu berdering sebelu

eponnya ad

ah jam sembilan lew

, Ia mendengar suara anaknya

ap malam dia akan pergi tidur jam setengah sepuluh. Sebelumnya Nadia sudah berjanji untuk

janji, ini juga demi memberika

i dekat gerbang komplek

ingin membuang waktu lagi, dia segera membuka pintu dan keluar dari mobil agar bisa menepati janjinya pada Jaya. Nadia terbu

" ucap Kresna

apan Kresna karena di pikirannya hanyalah segera pulang. Satu-satunya ta

un berubah dan tatapan

berani mengabaikannya. Yah,

alam' dari Kresna, tapi Jaya malah mend

. Dia langsung menyadari bah

selimutnya. Saking terburu-burunya, Jaya langsung berlari k

t Nadia yang tengah berlari, tidak melihat ad

ing ibunya. Mulai sekarang dia h

mengganti sepatu, tiba-tiba sesosok anak kecil berlar

kan, sehingga Jay tidak bisa me

kamu bel

l Jaya. Lalu ia melepaskan sepatu hak t

rangkulnya dengan amat erat. Dia bergantung

img

Konten

img
  /  3
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY