img Keputusan Takdir  /  Bab 3 Sebuah Kebahagiaan | 3.57%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Sebuah Kebahagiaan

Jumlah Kata:1896    |    Dirilis Pada: 30/11/2024

i lebih menyenangkan daripada hidup dalam wajah penuh

sore adalah hari pengumuman nilai ujian. Akan ada panggung megah yang tentu saja wajib untuk Sally ikuti. Mamanya berkata pada dirinya tempo hari

dan indah untuk di dengar. Setidaknya dia tidak terla

a terbaik dalam masa muda. Akan banyak kenangan bahagia dan seru yang tercipta. Me

bermain piano di dalam kamarnya. Membuka pintu dan mempersilahkan

akan keluar malam ini?" Ta

e dan langsung datang ke acara pengumuman nilai ujian Nona Muda besok. Jadi anda tidak perlu khawatir jika o

ng tuanya tidak ada di rumah malam ini. Hal

rah berkualitas ke bak mandi luas berpola burung angsa raksasa. Bau harum

n parfume khusus. Bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum

terlihat terlalu berlebihan hanya untuk 1 orang. Namun keluarga Amaranggana selalu mem

a sisi meja cermin berlapis emas, tempat untuk be

u 2 hari. Ia menyanyikan lagu berjudul Poem sesuai keinginan Sella, lagu yang menggunakan bahasa Tiongkok Chinese. Dia ingin putrinya bernyanyi meng

alkan kamar setelah tidak ada urusan lagi yang perlu di

tidur agar tidak menimbulkan kecurigaan orang yang lewat. Sampainya di pintu

pa i

Sal

aya tidak sopan." Penga

ardus berisi buku ini kepada Veen,

Muda. Saya

boleh

salah jika dia hanya bisa keluar sebentar karena harus membuat pengawal tadi yakin. Dalam hati, dia tetap se

atu menimbulkan bunyi dedaunan kering sobe

lly semakin memegang kardusnya kuat-kuat, mengigi

nya, Sally terdiam sambil berdo'a. Semog

B

A

topeng berwajah hantu dari wajahnya. Paras ru

n, "Ngagetin! Ayo cepeta

Sally penuh semangat. Meninggalkan kardus sembarangan dan menenteng tas Sally

hawatiran mereka terhadap nilai ujian. Nilai tidak bisa menggig

iperaktif. Sally memakai kaos polos hitam, celana jeans sobek di kedua lutut, dan rambut yang di kuncir kuda. Tidak lupa memakai topi, aga

ya masuk. Setibanya di dalam, Sally tidak bisa menahan untuk takjub. Pertama

untuk melengkungkan sebuah senyuman tampan. Banyak peremp

ari mencoba hal yang tidak pernah dia lakukan, mendatangi set

a yang dulu hanya bisa dia lihat melalui jendela. Mama dan Papanya tidak pernah memberikan ijin untuk dirinya pergi ke pasar malam. Segala negoisasi di

kang, membawa boneka raksasa hadiah dari permainan lempar anak panah yang tentu saja di menangkan oleh Sally. Anak itu sangat pand

uran kecil ke beberapa anak perempuan yang melewat

Ayo p

benarkan topi hitam milik Sally, dan mengusap sisa p

s ibu jari Veen tanpa tena

k p

k g

ia mencuri kecupan di pipi selembut kulit bayi, "Ka

alu beneran! Au a

s tak tertahankan menembus hatinya. Senyuman Sally adalah pelangi, s

di hidup Sally ada

ama, mencintai dalam diam. Kedua, mencintai dengan mengungk

ap akan mendapatkan balasan perasaan suatu hari nanti. Dia melakuka

dalah rasa bahagia paling sempurna. Meng

rang. Takut tidak sopan jika dia tidak menutup mulut. Selesai batuk, di

nggu!" Te

epan, memakan permen kapas borongannya. Anak it

seperti pemiliknya. Tapi atensinya teralihkan oleh noda basah di dek

t tangan kiri yang dia gunakan untuk menutup mulut, Veen terbatu di tempa

ihnya. Mengusap sudut mulutnya, Sally tidak boleh melihat noda darah ini. T

duri dari tanaman terjejer di sepanjang jalan. Menekannya tanpa keraguan. Bibirnya mering

alam, membiarkan darah sedikit demi sedikit keluar. K

gaun. Papa dan Mamanya sudah bercerai lama membuatnya tidak bisa merasakan kasih sayang seorang a

Veen, tidak perduli pada bonekanya. Matanya bera

Kesayat sedikit, kamu bersihin boneka kamu dulu. Aku masakin nasi goreng, abis itu ambil baju

ya mau pergi dan mencuci bulu bonekanya. Walau s

asak, kerongkongannya seperti terdorong sesuatu. Dia menuju tempat cuci piring dan

secepat mungkin. Kedua tangannya tanpa sad

. Veen mengangkat telefon, memanggil

napa Vee

Sekuat tenaga Veen menahan diri un

ma pulang sekarang,

enghirup udara dalam-dalam. Hatinya terasa sedikit

kanya!" Menunjukan boneka putihnya

ir dengan tangan sibuk mengangkat

Sally

uk Sally. Boneka ini lamban

Seru Sal

akan mereka tidak lupa untuk sholat bersama. Jam sud

di halaman belakang juga sudah menung

lah di luar gerbang. Aku

k, N

en sudah membawakan Vely.

al

, Ve

membuat hatinya terasa di peras ol

gomong aja. S

ayang s

ak Veen, "Sally sayang sama Ve

oleh tanya

eh l

suka sa

Sally saat ini, dia juga menganggu

juga suka

berada di depannya, keningnya di sentuh oleh se

ntara laki-laki dan perempuan. Bukan lagi

img

Konten

img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY