img Pernikahan Si Mungil  /  Bab 1 Pertemuan Tak Terduga di Kampung Halaman | 0.26%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Pernikahan Si Mungil

Pernikahan Si Mungil

Penulis: INIKA DEWAN
img img img

Bab 1 Pertemuan Tak Terduga di Kampung Halaman

Jumlah Kata:1563    |    Dirilis Pada: 17/12/2021

nie Rustadi mengemasi setumpuk barang di meja. Rachel h

menghela napas? Mama melakuk

as bakar* yang telah dipersiapkannya ke dalam tas, kemud

acara keagamaan tradisional etnis Tionghoa. Contohnya: upacara pemujaan dewa atau penghormata

kelat kesayangannya. Perjalanan kembali ke kampung halaman kali ini, setidaknya mereka akan menginap selama dua hari. Walaupun sebenarnya Rachel tidak terlalu b

ariwisata menuju ke kampung halaman mereka. Hujan yang turun

ndela. Dia menatap pemandangan di luar jendela bus deng

itu perjodohan maupun kisah asmaramu di kampus, tidak ada satu pun yang berjalan lancar dan berakhir d

gkit kisah cinta putri semata wayangnya ini, dia selalu menghela napas panjang. Selal

erakhir, Rachel telah menghad

-pria tersebut, mereka tiba-tiba mengalami hal buruk. Yang mengalami kecelakaan lalu lintas saja sudah ada dua orang, ada dua orang yang

, tapi persentase kejadian serupa tampaknya terlalu sering

yang berani mendekati Rachel, mereka takut m

odohan pun bukan masalah serius. Itu hal yang sangat sering terjadi. Apalagi, di dunia ini, setiap saat juga mun

karena nasibnya yang kurang beruntung, melainkan berat jodoh, tapi bag

ut tas dari tangan Rachel dan berkata, "Kamu ini memang keras kepala, jika kamu tida

e rumah mereka yang di kampung. Rachel mengangkat b

ir panjang, Rachel menoleh dan melihat, sekilas sebuah mobil mewah Maybach berwar

l mewah ini ke tempat seperti ini, apakah dia tidak takut mobilnya itu terjebak

emudian dengan langkah santai dia berbalik

ari tiga ratus tahun lalu. Ada banyak bangunan tua peninggala

gat baik sehingga banyak peziarah dari luar kota yang datang sembayang dan berdoa

sudah lama menunggu di luar. Beliau berpesan, waktu terbaik untuk memp

ia merapikan kemejanya. Dengan kesal dia mengerutkan kening, me

at orang di sekitarnya merasakan tekanan bagaikan tembok yang tak terlihat. Tatapan memat

ng lain." Pria itu berkata dengan dingin,

urkan tangan, membungkuk badannya untuk mengambil dasi itu. Kemudian sang

u sabuk pinggang yang lain." sambil berkata, Hiram menarik sabuk p

meraih sabuk pinggang itu. Kemudian dia kembali dengan

iki sebuah kebiasaan, bisa dibilang itu a

taris dan asistennya memiliki badan yang kuat dan gesit karena kebiasaan uniknya ini. Dengan kemampuan yang mereka miliki

ukanya menunjukkan rasa ketidaksabaran. Wanita ini adalah ibunya Hiram. Dia mengetu

keberuntungan Keluarga Setiawan sepanjang tahun. Tolong ka

ngangguk dengan puas. Hiram mengambil ponselnya dari meja anti

membukakan pintu untuk Hiram. Joanna Firmanda, ibu

tulan rumah keluarga Rustadi terletak di depan rumah Keluarga Setiawan y

kuil tua dekat rumah mereka. Fannie merasa sangat khawatir dengan Rachel, dia cemas Rachel mungkin akan melak

lai menipis. Setiap kali mereka mendatangi kuil untuk berdoa, ibunya selalu

ni putrimu, bukan nenek yang sudah tua dan piku

memandang putrinya sambil tersenyum, kemudian membantu Rachel merapikan pakaia

terletak di bagian belakang kuil. Warga desa Suka Maju yang berkunjung k

uki ruangan, matamu jangan sembarangan melirik ke sekeliling. Ingat semua hal yang telah

arus membawa persembahan dan lilin ke kuil itu dan ber

bergegas berjalan menuju pintu Ruang Berdoa Buddhis. Begitu sampai di dalam ruangan itu, Ra

in, di kuil y

uka Maju. Mereka juga banyak menyumbang uang dan materi untuk merenovasi dan meremajakan kuil t

di aula yang terletak di sebelah Ruang Doa Buddhis. Papan-papan nama pa

mpin upacara secara langsung." kata Joanna Firmanda dengan lembut. Mat

g tidak suka dilakukan Hira

ayai kemampuan d

iram sejak kecil tidak memungkinkan dia untuk menunjukkan rasa tidak puasnya di depan sang ibund

img

Konten

img
  /  4
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY