img Perjalanan Cinta Alena  /  Bab 2 21++ | 1.32%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 21++

Jumlah Kata:1156    |    Dirilis Pada: 15/10/2021

vin pun mencari kunci masuk di dalam tas Alena, tak butuh waktu lama Devin menemukannta lalu Devin menempelkan sebuah ka

nidurkannya. Devin yang melihat Alena terbaring dengan menggunakan dress yang memperlihatkan

a lalu ia langsung mencium bibir Alena dengan lembut, Alena yang tidak membalas ciuman Devin. Devin mengigit bibir bawah Alena kare

al diam kedua tangannya meremas buah dada Alena yang begitu sangat kenyal dan sangat pas di tangannya. Devin pun berla

lalu segera ia membuka bra Alena. Devin sangat kagum dengan pemandangan yang sangat indah di depannya. Devin pun melepaskan pakaiannya,

lan-pelan. "Aakhhh ... sakit," teriak Alena air matanya keluat. Devi

hanya di jawab anggukan oleh Alena. Alena me

u akan terus mendesah," ucap Devin. Lalu De

00 pagi baru berhenti. Mereka berdua tertidur karena sudah terla

. Alena mengerjapkan matanya dengan perlahan, ia melihat dada bidang yang begitu nyaman. Alena pun mendo

ngnya ini cowok aneh kemari. Lalu ia beralih

u d

de

a d

yang terganggu tidurnya karena ad

" ucap Devin sambil

? Gawat gue telat masuk kerja," ucap Alena dengan panik sa

anas dan tentunya kamu juga menikm

idak mungkin k

rnyata kamu masih p

terisak karena Alena sudah mengeluarkan air matanya. Devin yang melihat Alena menangis ia menjadi mer

nagkannya. "Gue akan tanggung jawab apa y

ernah melakukannya dan tidak pernah saling ketemu sebelumnya atau pun s

na yang masih menangis. Sebenarnya Devin masih ingin menenagkan Alena tapi Ale

uhi air di bathub dengan air hangat, ia ingin berendam. Alena menjeburkan ke dalam bathub

ena mengenakan dress ia

ue nggak masuk kerja, izini

gue izinin. Ini udah jam berapa baru minta s

abat gue yang paling the be

loe kenapa kok bisa nggak

h, gue matiin ya," ucap Alena lalu langsung mematikan Hpnya. Setelah itu Alena ke dapur

masih memikirkan apa yang selanjutnya harus ia lakukan. Devin benar-benar pusing memikirkan ini. Kenapa bisa ada obat p

untuk mereka berdua. Tiba-tiba pintu kamar Devi

" ucap

g?" tanya Stevani. Stevani pun menutup pintu kamar Devi

vin sambil mengaruk tengkuknya yang tak gatal, karena bingung mau jawab apa nggak mungkin juga kan

kabar Dev, jangan bikin ma

bakal kasih kabar ke mama," uc

kita ke bawah kita makan siang mama udah siapin makanan kesukaan kamu," ucap Stevani.

evin yang menunggunya. Devin p

mben nggak ke kan

Dev, harusnya papa yang be

harus ke kantor," ucap Devin sambil

ih bisa handle, tapi besok kamu

utkan makan siang dengan hening yang terdengar h

agi untuk beristirahat, Devin merasakan badannya yang

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY