img Dendam Sang Pewaris Genius  /  Bab 2 Melawan | 1.03%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Melawan

Jumlah Kata:886    |    Dirilis Pada: 03/03/2025

?" Lovia memiringkan k

ingnya aku mengalah, hanya untuk memuaskan keserakahan kalian yang ta

uk mengalah pada Desi?" Tanggapan Lovia dibungkus dengan kedok pembenaran di

u terus mengalah, berharap pengorbananku akan menyalakan secercah kasih sayang dari kalian. Tapi

bergema dengan kuat

hidupan yang mewah setelah aku kembali ke Keluarga Eldrian. Tapi, apa yang telah aku terima? Bahkan tidak ada makanan yang lay

utkan, "Aku ini putrimu sendiri! Pernahkah kamu,

h, histeris tetapi

"Bukankah ini semua karena kamu ingin mendengarku memanggilmu putri

menggelengkan kepala. "Nyonya Lovia, kamu b

gin dan tajam. "Aku tidak lagi mendambakan kasih sayang kalian. M

a, amarahnya terlihat jelas saat dia memeg

ingin mencambukku? Dulu, aku adalah putrimu, dan aku menoleransi tindakan mendisiplinkan dari seorang

na, sikapnya yang sebelumnya lembut ki

yunkannya pelan di udara. "Kamu baru saja men

ekspresinya terkejut saat Yuvina berubah dari korban

ambuk itu menyambar tubuh Lovia, mening

rit kesakitan, amarahnya mencapai titik d

ya kamu mencambuk Ibu?"

ulu kuduknya merinding. Desi tidak dapat menghilangkan pera

kalau kamu menerima cambukan itu untuknya?!"

uk itu pun melesat dan men

ngenainya, gelombang rasa sakit yang

ni. Yuvina pasti kehilangan kew

biarkanmu menyakiti Desi!" teriak Lovia, bergegas

al ampun, dia mencambu

ruangan, tubuhnya gemetar, matanya berputar

gan penderitaan yang dialami Yuvina selama setahun. Dia mena

ku. Cambuk aku jika perlu, tapi kumohon ...," ucap Desi, kata-katanya

a, Lovia masih khawatir tentang Desi. B

" Yuvina mendengus, senyum si

lagi, dan saat dia mendengar apa yang kamu lakukan pada Ibu, dia akan menghabisimu!" Jantung Desi berdebar

kan kamu meninggalkan dunia in

angga dari meja dan menem

raman Yuvina sekuat baja, membuatnya tersedak

teriak Lovia, suaranya dipenuhi ketakutan.

ovia, para pelayan se

k seorang pelayan dengan keras. "Ambil satu langkah lagi, dan kamu akan mati!" ancamnya, m

pakah ini benar-benar gadis yang sama yang

angkak ke arahnya, air mata mengalir di w

kamu menyaksikan bagaimana putri kesa

luar ruangan. Tempat ini tida

ran dan kebingungan. Mereka tidak terbiasa melihat tindakan pembangkangan yan

sa mencekoki puding mangga kepada Desi masih m

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY