img Istri Yang Tak Dirindukan  /  Bab 1 Talak | 0.98%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Penulis: Morina
img img img

Bab 1 Talak

Jumlah Kata:1530    |    Dirilis Pada: 23/10/2021

Ana

selama lima tahun kini datang me

pulang dengan membawa mobil mewah bermerek dan memakai pakaian rapi. Seperti pekerja kantoran dan di

anggilku

inggalkan masih tetap sama, reot dan sudah tua. Bahkan tambalan atapnya

berumur lima tahun sejak kepergianmu. Dia cantik bukan? Habib juga sudah berumur sepuluh tahu

rantau di kota Jakarta. Ia tidak pernah sekali pun pulang kerumah gubuk tuaku. Tiap bulan hanya mengirimkan uang belanja yang ia titipkan pada teta

tuk mengabarimu. Tapi, bukan untuk

sudn

u menalakmu. Surat perceraian segera akan aku urus. Masalah biaya k

un. Bagai anak panah tepat mengenai jantungku, kata-kata talak itu membuat tubuhku lunglai seketika. Bak pe

i bertubuh tinggi dan berkulit putih tersebut telah memberiku dua orang anak. Saat ia pamit merant

hasilan hidup yang lebih baik dan akan membawaku beserta kedua buah hati kami jika

di sana-sini. Dindingnya pun sudah lapuk digerogoti rayap. Para tetangga yang iba membantu

i aku kembali dan berhasil akan kubawa kalian pindah ke rumah

uhkanmu di sini Mas. Apalagi Nara masih berumur tiga bulan, ia

ku yang menetes di pipi. Sementara Nara,

sudah berhasil. Do'a'kan aku selamat sampai ke tujuan dan berhasil

ngguk. "I

a rumah tangga. Kulepas kepergiannya di ambang pintu bersama kedua permata hatiku. Mas Anan pergi dengan menump

banyak. Tidak hanya buah pisang yang menjadi bisnisnya, tapi juga buah jeruk yang ia ambil dari petani jeruk yang ada di daerah Berastagi. Kulepas ke

p Habib yang baru pulang men

Habib membuyar

air mata yang sedari tadi menggenang di pipiku

mciumnya. Begitu pula dengan Mas Anan tak lu

" seru

a nantikan untuk bertemu dengan ayahnya kembali kini telah terobati. Sayang hari ini adalah

mu menjadi anak sholeh. Tetaplah seperti ini! Jadilah anak yan

juga," celotehnya. "Ayah, pasti pulang

, Nak. Ayah, kembali bukan untuk menjemput k

h?" tanya Hab

rena ingin berce

uran sempit sembari menyembunyikan tangisku. Aku ti

akan kembali ke kota Jakarta. Setelah kamu besar n

ak berkecil hati karena ayahnya setelah

ah, barusan saja kembali sudah mau pergi

Mas Anan hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Habib. Meskipun Habib hanyalah seorang bocah berumur sepuluh tahun tahun tapi Habib sangat cerdas. Di kelas satu sampai s

Kami setiap hari hanya bertahan hidup dari pengiriman Mas Anan yang hanya dua ratus ribu per bulan. Itu pun ia kirim le

enyetrikanya hingga rapi barulah mendapat upah untuk mencukupi kebutuhan dapur. Untuk biaya yang lainnya membayar uang sekolah Habib atau pun membayar tagi

akan memberinya pada anak panti yang di pimpin oleh Ust

h bercerai. Kami tidak akan mungki

i itu apa?" ta

pertanyaan Habib yang mampu menohok hatin

akan mengerti jika sudah besa

, sementara putri kecilku masih bermain dengan boneka pemberian ayahnya. Putri kecilku Nara tak sedikit

i wajah ayahnya. Hatiku terasa teriris-iris dengan pisau merasakan sakit dan perih

tapi saat ia datang bukan manisnya cinta atau terobatinya rind

mengeluarkan bungkusan dari peper bag dan memb

wa tadi. Mas Anan memberikan Habib baju koko baru lengkap dengan pecinya

Setelah kamu besar nanti Ayah harap kamu akan menge

dari tempat duduknya he

an seketika menoleh kebelakan

g tua." Mas Anan mengucapkan kalimat itu dengan mata yang berkaca-kaca. Sede

dah memasuki mobil dan memangg

indukanmu," ucapnya sambil be

manggilnya sembari mengetuk pintu mobilnya. Mas Anan malah

k di sebelahnya dengan tersenyum tipis. Mas Anan sudah mempunyai wanita lain y

n ayahnya. Lambat-laun mobil Mas Anan hilang menja

*

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY