img Istri Yang Tak Dirindukan  /  Bab 5 Pertemuan Yang Tak Disengaja | 4.90%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Pertemuan Yang Tak Disengaja

Jumlah Kata:1460    |    Dirilis Pada: 23/10/2021

sawit pulang dari sekolah. Sementara Nara aku gendong mem

g hijab yang aku kenakan. Hijab syar'i yang aku kenakan sebagai penutup aurat juga kupakai untuk melindungi ke

ik haus,"

da di dalam tas Habib, lalu memberik

Nara untuk meminum dari botol bek

bib agar setiap Habib kehausan bisa langsung m

uju ke arah desa. Begitu memasuki perbatasan desa, aku bertem

am segini sudah pulang?

makai pakaian seragam sekolah. Padahal wa

b ada ulangan makanya pulan

ah karena belum melunasi uang tunggakkan maka Bu Helmi akan memberiku uang untuk melunasinya. Aku tidak ingin diang

i mengangguk. "Kalau gitu a

u?" tanyak

," sahut

i. Tapi, baru saja aku hendak menolak ajakkan Bu Kepdes, ia sudah t

pasti akan men

u, Bu Kepdes

mu pasti menolak jika tidak

ya untuk menjalankan m

rsenyum ramah ketika melihat anak-anak yang lucu dan imut. Nara kec

kemana?" tan

membeli perlengkapan Rida saa

a Bunda?" tan

endengar Nara bertanya te

baju, dan perlengkapan lainnya,

an ya, Bunda,"

n putri kecilku. Jangankan untuk beli mainan,

kita akan beli, ya, Nak," Aku menan

likan mainan buat,

mainan ya, Bun,"

a mendengar permintaan kedu

enyum kepada

elikan mainan y

h, Bu,"

i-kali aja," jawabn

*

yang berada di belakang. Sementara aku dan juga Bu Helmi serta anak-anak menuju ke pintu

urnya aku merasa canggung berada di tengah keramaian. Mereka memasukki ke dalam mall memakai pa

atau pun fisikku. Baginya aku tetap sama seperti yan

ket permainan untuk Habib dan Na

bas bermain apa saja yang di sukai selama dua jam," ucap

sahutku menerima

ndi bola. Banyak anak-anak seusia Habib dan

sembari menunjuk Mas Anan yang

kecil berusia sekitar tiga tahu

ampingnya terlihat wanita cantik berkulit putih tinggi sempai sedang merekam vidio putri kecilnya yang sedang bermain

lasan mas Anan menjatuhkan talak padaku. Sebabnya ada wanita lain di hatinya yang melebihi aku d

a yang sedari tadi tertahan perih dengan punggung tangank

Segera ia berlari menghampiri Mas Anan y

n, usahaku gagal. Aku kalah cepat dari Habib yang sudah berhasil mendekat pada Mas Anan. Aku mencegah sekuat mungkin agar Habi

" seru

iap melihat kedatanganku

apnya sembari bangkit dari permain

arah kami menatap heran den

as Anan yang masih menghindar. "Ayah, ini Habib.

bukan ayahmu," ucapnya sambil me

a demikian. Bahkan darah dagingnya

ngnya hingga lututnya berdarah ketika

u membantu Habib untuk ber

eleng. "Ti

ngaku sebagai anakku. Kamu itu gembel, g

dagingnya sendiri di hadapan istri barunya yang lebih terlihat kaya dan bergelar konl

h jadi orang kaya anak dan ist

rang lain! Siapa kamu berani menga

ekarang, kaya tapi miski

kan adegan dramatis kami

pedulikan orang kampung seperti mereka," ucap Mas

cintai selama ini tega meninggalkanku demi wanita lain hanya karena aku miskin. Bahkan dengan sengaja ia menola

elas kasihan atau meminta maaf sepatah kata pun ia berlalu m

.. kami merindukanmu," pang

bib dan memberi

karang. Kita doa'kan saja semoga ayahmu menyadari perbuatannya," k

agar ayahmu dikasih hidayah d

sembari menunjuk ke arah Mas An

Ia mungkin sedang tidak

ang sama kita,"

ndung air mata ini yang s

rhadap orang tuanya. Ia mengatakan dengan p

ngan darah yang mengalir antara Mas Anan dan kedua anaknya tidak ada ya

in. Kekayaan dan harta dunia sudah membuat Mas Anan silau akan duni

di butakan oleh cinta wani

sam

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY