img ARANJO  /  Bab 4 Aranjo | 3.20%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Aranjo

Jumlah Kata:1098    |    Dirilis Pada: 30/10/2021

tiba, namun pada hari itu

iblis yang akan lebih longgar pada hari ini, hari Festival Hantu. Dirinya hanya iblis kecil biasa dengan kemampuan sihir yang rendah, di

langsung banyak mahluk dari alam lain yang

n waktu. Tuan Putri Iblis sudah hendak melahirkan dan jika hal tersebut diketahu

penjagaan ketat seperti biasanya. Semua mahlu

g tidak seberapa dan pergi ke hutan persik. Setelah berkeliling cukup lama,

njaga hutan persik ini, lalu Ara menghampiri Dewa penjaga hutan persik

enyapa Dewa senior itu yang berso

jenak. Mengapa mahluk suku iblis mencari Dewa Malam

iskan waktu di hutan persik ini, namun beberapa minggu terakhir ini Dewa

a menemukan Dewa Rigel?"

i Angin!" setelah menyampaikan hal tersebut Dewa senior itupun menghilang. Dewa penjaga hutan persik jarang menunjukkan wujudnya, namun

Ara tidak yakin harus bagaimana, apakah dirinya harus pergi ke alam langit dan mencoba mengacaukan acar

alam langit. Mencoba peruntungannya, alam langit sangat ketat penjag

alam langit. Dirinya berdiri di depan gerbang megah

berbaju zirah lengkap dengan tombak tajam. Mereka tidak mengijinkan dirinya ma

an suku iblis masuk ke alam langit. Ara terjatuh tidak jauh dari pintu masuk ala

at tidak enak. Batas sihir sudah tidak terpasang, apakah

benar! Raja Iblis sedang berada di kamar T

annya, beberapa pelayan turut berlutut di belakang Tuan Putri. Merek

sisi Tuan Putri yang sedang

kepada Ara. Ara tidak berani berbicara, dirinya han

i maka jangan salahkan jika saya yang akan memusnahkan bayi itu dengan tangan ini!" ujar Raja

mbil bayi dari gendongannya dan berusaha menenang

mbil menarik lengan Ara. Dirinya tahu pelayannya pa

a hutan persik itu. Dan... dan menurut beliau hari ini Dewa malam melangsungkan pernikahan di alam langi

salah!!!" ujar Veela tidak

a Dewa Malam berada, batasan sihir sudah di hilangkan oleh Raja Iblis. V

dan itu memberinya kemampuan untuk menembus batas alam langit tetapi dirinya ti

t sangat ramai dan semua Dewa maupun Dewi terlihat penuh suka cita. Veela tidak t

kekasihnya berdiri di depan aula. Veela melihat Dewi Agung berdiri di sisi kekasihnya, sepasang

a yang akan dilakukannya, Veela sudah melihat begitu banyak prajurit alam langit yang masuk ke aula. Veela yakin keberadaan

i sisi ranjang besar miliknya, tidak berkata-kata seakan dirinya sedang tenggelam dalam pikirann

h lembut tubuh mungil bayinya. Air mata mengalir deras, hatin

Ara berusaha mendap

ra seraya berkata perlahan "A

n Putri masih memikirkan bayi pe

img

Konten

img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY