img PERFECT PARTNER  /  Bab 3 03 - Pria Misterius | 8.33%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 03 - Pria Misterius

Jumlah Kata:1559    |    Dirilis Pada: 01/11/2021

*

buah ruangan yang telah disewa secara privat oleh si pemilik acara. Di sana ada belasan orang yang sedang berjoget-jo

gin melakukan itu. Biasanya Amanda hanya mencari kepuasan biologisnya sebatas orgasmee dengan bantuan tangan seorang pria tidak dengan bantuan benda tumpul milik seorang pria. Amanda merasa ia belum siap untuk bercocok tanam dengan pria m

ngusaha restoran ternama yang memiliki bebera

. Aku senang sekali melihatmu

tas pertunanganmu dan Ardine, semoga kalian b

nanganku. Sialan sekali, negara ini tidak melegalkan hubungan sejenis.

ena ia tidak enak hati jika tidak pernah menampakkan diri ketika Gamora, mantan

Aku harus menemui tamu yang lain yah. Aku permisi te

h lama berada dalam ruangan ini. Bisa dipastikan, sebagian besar tamu undangan Gamora adalah wanita-wanita lesbian dan ia tidak ingin dicap dengan sebutan yang

ah sangat mengenal wanita garang yang tengah duduk manis di hadapannya ini. Tanpa Amanda menyebutkan apa

Kai." puji Amanda de

engar pujian Amanda. "Kau selalu se

inis pada Kai mendengar ejek

lkan seperti biasanya. Bahkan mulutmu lebih t

kali menggoda Amanda dan membuat

ukan Belina

mpaikan perasaan rindumu padanya

ak ia kemari. Aku akan memberikan kali

u. Akan kutagih

, jangan mabuk ingat itu." Sebelum pergi dari hadapan Am

rlebihan mengkonsumsi alkohol, ia akan mabuk bera

gerakan begitu seksi. Di sekelilingnya sudah banyak pria yang menatapnya dengan tatapan lapar dan buas, siap untuk me

yang Amanda cukup kenal karena wajah mereka sering muncul di berita televisi. Tanpa sengaja, mata Amanda bersitatap dengan sep

bibirnya merah, memiliki belahan pada dagu dan wajahnya ditumbuhi bulu-bulu halus, membuat pria itu terlihat begitu jantan dan misterius. Pria itu mem

untuk menggambark

manda kini malah dipenuhi pujian mendewakan pria asing itu. Ia benci harus memuji seorang pria. Di mata Amanda yang paling sempurna

Amanda dengan tatapan yang tidak bisa Amanda artikan. Sekilas Amanda melihat pria itu tersenyum simpul. Mata Amanda

Minuman terkutuk ini sepertinya membuat isi kepala Amanda menjadi sedikit eror karena selalu memuji pria

enemui Gamora?" tanya Louisa penasaran ketik

untuk menetap di sana? Oh, come on, Louisa. Aku ini straight, aku tidak ingin

tajam. Kau secara terang-tera

uka lolipop, bahkan kau sendiri memilikinya!" Kalim

pa memikirkan ocehan orang lain mengenainya. Wanita itu berbicara apa adanya tanpa memik

rambut, agar bisa menguncir bib

tu tiba, Louisa," ja

minum alkohol berlebihan. Aku tidak mau menggendongmu pulang lagi." Louisa member

les dengan lipstik merah cerah itu di pinggiran

kecewa karena pria itu sudah tidak ada di sana lagi. Wanita itu mendesah dan kembali menunduk memainkan pinggiran gelas dengan jempolnya yang berisi wine dengan pikiran kemana pergi

tidak hanya rendah dan berat, tapi juga terdengar seper

n tubuh Amanda dengan kedua lengan kekarnya mengungkung wanita itu berpegangan pada meja bar. Aroma parfum maskulin dan juga mahal yang di

at terang milik pria asing itu. Tatapan pria itu begitu tajam dan mengint

au!" des

am Amanda berkedut tanpa diminta. Double Sialan! Wajah pria it

bukan hal pentin

gar suaranya mampu meremangkan sekujur tubuh Amanda. Hampir lima menit he

iri di depanku!" desis Am

leks membuang muka menghindar, siapa tahu pria itu akan menciumnya sembara

aku. Di ranjangku!" bisik p

engan gelas yang berisi separuh wine miliknya sudah berada di atas kepala pria ma

impimu, Tuan!"

melenggang ke luar kelab tanpa rasa bersalah. Raut wajah puas tercetak di wajah cantiknya,

Amanda," gumam pria yang menjadi korban

n bokong sintal wanita pemberani itu

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY