img Air Mata yang Kutumpahkan  /  Bab 5 Chapter 5 | 10.20%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Chapter 5

Jumlah Kata:2133    |    Dirilis Pada: 16/11/2021

mengibaskan tangan ke udara. Ia kesal karena anak perempuannya ini selalu membahas masalah yang itu-itu saja. Ia sudah mencium bau-bau tidak enak saat anak perempua

ada urusan penting. Tapi saat Keira melihat story Soraya, Mas Panji malah terlihat sedang bersenang-senang di club dengan

ada yang menarik hatinya untuk pulang ke rumah. Coba kalau kalian punya anak, hidupnya pasti tidak akan kesepian seperti la

h menyalahkannya. Keira melirik sang ayah. Seperti biasa ayahnya bersikap santai-santai saja. Ia seperti tidak mendengar apa-apa. Pandangan ayahnya tetap tertuju pada televisi yang ten

an pintas pengen cerai. Punya otak itu mikir yang beneran sedikit dong, Ra? Enak banget kamu memberi jalan si pelakor ujug-ujug menguasai singgasanamu. Sekarang k

kalau dia itu tidak mencintai Keira. Keira sama sekali nggak punya senjata untuk memperjuangkan

ungan ini. Anak akan menjerat kedua kaki suamimu untuk selamanya," tukas ibuny

h terikat di rumah. Jadi ke manapun dia melangkah, pada siapapun ia bersenang-senang, pada akhirnya ia a

ekkan dalam hubungan bisnis. Dagang. Niaga. Tapi tidak dalam hal rumah tangga. Kehadiran seorang anak mungkin bisa mengikat kaki seorang laki-lak

, tapi benar adanya. Walaupun kerap diam dan terkesan tidak peduli, tapi rupanya ayahnya menyimak juga pembic

ubang, jangan menarik tangan orang lain lagi. Anakmu berhak bahagia, Danti," imbuh ayahnya lagi. Wajah ibunya memerah. I

ah dagingku. Aku hanya ingin dia bertahan sedikit lebih la

ngkat. Walaupun sedang berbicara pada ibunya, pandangan

lah satu contohnya. Ingat Mas, saat jari telunjuk Mas menunjuk padaku, jari tengah, jari manis, dan jari kelingking Mas itu menunjuk diri Mas sendiri. Malu sama Harley,

lah Mas korbankan selama ini. Pesan Mas cuma satu, Danti. Kalau kamu memang tidak bisa menasehati, minimal jangan meracuni. Biar saja Keira mengambil sikap

kamu pulang dan bilang kalau ia ingin menceraikan kamu, Ibu tidak akan menerima kehadiran kamu di rumah ini. Sekarang sebaiknya kamu pulan

, mau tidak mau ia harus pulang. Waktu memang te

tal hingga hancur berkeping-keping. Inilah yang membuat Keira tidak betah di rumah. Kalau di depan para awak media dan para pewarta, ayah dan ibunya tampak mesra dan serasi sekali. Tapi kenyataan yang sebenarnya ya seperti ini. Mereka berdua seperti anjing dan kucing. Tidak pernah akur. Ayahnya yang merupakan salah satu pe

*

masalah kongkow-kongkow dengan teman lamalah. Mengentertaint tamulah. Pokoknya ada saja upayanya untuk bisa keluar rumah. Keira sendiri sudah pasrah. Ia tidak pernah lagi ingin meng

h-muntah hebat di pagi hari hingga isi perutnya kosong. Belum lagi kesulitannya berdiri terlalu lama karena kerap pusing dan cepat lelah. Perutnya juga selalu bergejolak setiap menghirup aroma tertentu. Saat ini, untuk tetap bisa bekerja saja, ia sudah merasa sangat

kedua mertuanya. Ia ingin melihat reaksi suaminya terlebih dahulu. Hanya saja waktu untuk berbicara secara khusus dengan Panji tidak pernah ada. Panji benar-benar menutup diri darinya. Jikalau dulu Panji masih mau berbicara dengannya

pinggir demi memuntahkan sarapannya, atau ia yang mendadak kepingin makan ini dan itu, pasti telah membuat Robyn curiga. Tanda-tanda kalau ia sedang hamil begitu kentara. Robyn itu mengikuti semua aktivitas

ia tidak bisa keluar dari mobil. Tanpa banyak bicara Robyn menggendongnya masuk ke dalam rumah. Karena merasa sangat lelah, ia pun meminta Robin untuk membaringkannya di kamar saja. Mbak Surti yang melihatnya masuk ke dalam kamar dengan digendong oleh Robyn, buru-buru ke dapur. Katanya si Mbak ingin membuatkan segelas teh manis hangat untuknya. Robyn yang sepertiny

nya keluar dari kamar mandi, Panji masuk ke dalam kamar. Robyn buru-buru menjelaskan tentang keadaannya yang sedang kurang sehat dan ia yang hanya berniat menolong sebelum Mbak Su

ah tidak peduli lagi. Ia memang belum tidur saat suaminya masuk ke dalam kamar. Perutnya yang masih saja kram membuatnya tidak bisa memejamkan mata. Mereka saling bertatapan sejen

um tidur? Menung

s Bro? Iyuh banget nungguin tu

heran mendapatkan jawaban yang terkesan ogah-ogahan darinya. Sesaat kemudian terd

kat kecil yang kini berkongsi raga de

ditutup kembali. Keira memejamkan mata. Berusaha menghi

ti Keira saat tidak mendapati piyamanya di atas ranjang. Biasanya

aikat kecilnya pun tidak suka berdekatan dengan ayahnya. Panji tidak menjawab. Sejurus kemudian Keira mendengar suara pintu lemari pakaian di buka. Berarti Panji melaksanakan apa yang tadi dikatak

n saya dari mana saja tadi?

orang kepen

n tahu lagi," ja

suami sendiri? Begitu?" celetuk Panji ketus. Mendengar nama Robyn disebut-sebut, Keira memba

an melakukan hal yang sama. Saya tidak semenyedihkan itu, Mas." Balas Keira getas.

aru saja memberitahu saya. Coba jawab saya dengan

berapa bulan lalu, say

u sek

sudah ti

nga

nya kini merampas semua rasa cinta y

Kita tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan tentang semua peras

img

Konten

Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 1 Chapter 1
16/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 2 Chapter 2
16/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 3 Chapter 3
16/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 4 Chapter 4
16/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 5 Chapter 5
16/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 6 Chapter 6
19/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 7 Chapter 7
20/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 8 Chapter 8
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 9 Chapter 9
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 10 Chapter 10
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 11 Chapter 11
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 12 Chapter 12
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 13 Chapter 13
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 14 Chapter 14
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 15 Chapter 15
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 16 Chapter 16
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 17 Chapter 17
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 18 Chapter
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 19 Chapter 19
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 20 Chapter 20
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 21 Chapter 21
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 22 Chapter 22
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 23 Chapter 23
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 24 Chapter 24
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 25 Chapter 25
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 26 Chapter 26
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 27 Chapter 27
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 28 Chapter 28
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 29 Chapter 29
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 30 Chapter 30
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 31 Chapter 31
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 32 Chapter 32
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 33 Chapter 33
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 34 Chapter 34
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 35 Chapter 35
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 36 Chapter 36
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 37 Chapter 37
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 38 Chapter 38
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 39 Chapter 39
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 40 Chapter 40
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 41 Chapter 41
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 42 Chapter 42
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 43 Chapter 43
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 44 Chapter 44
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 45 Chapter 45
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 46 Chapter 46
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 47 Chapter 47(end)
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 48 Extra Part I
22/11/2021
Air Mata yang Kutumpahkan
Bab 49 Extra Part II
22/11/2021
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY